Tuesday, April 10, 2018

Penulis Favorit : Karla M. Nashar

Salah satu penulis favorit saya adalah Karla M. Nashar. Kalau ditanya kenapa favorit, jawabannya ngga tahu, enak aja bacanya dan cocok sama tipe penulisannya. Hampir semuanya cerita cinta. Alurnya juga enak diikuti.

Semenjak terbitnya Love, Curse & Hocus-Pocus, Karla seakan tenggelam, ngga ada kabarnya lagi. Awal-awal masih ngetweet dan facebook pagenya masih ada interaksi, bahkan masih sempet ngadain give away. Trus ngilang, trus nyapa sekali, setelah itu hilang samai sekarang. Di googling pun ngga mendapatkan informasi apa-apa tentangnya selain buku-bukunya saja. Sedih kan, kangen tahu mba, mba Karla tahu ngga sih buanyak buanget yang kangen dan pengen terkoneksi lagi sama mba. 

Buku-bukunya yang saya sudah punya, antara lain :
  1. Forever Yours
  2. Triloginya Tongkat Ajaib Lolita : A Magical Birthday Present, My Dearest Frog Prince, Happily Ever After
  3. Bellamore
  4. Ti A Mo, Tia Amoria (*Paling favorit, sampai pengen punya boneka jerapah dan selalu ingatnya : jeli dijilat hahahaha, baca deh, pasti ngakak di bagian ini, romantis)
  5. Love, Hate & Hocus-Pocus (reviewnya sudah dibuat)
  6. Love, Curse & Hocus-Pocus
Yang From Batavia with Love sama Sebelum Cahaya susah banget dapetinnya, yang secondnya aja susah. Padahal pengen punya. Kalau ada yang mau kadoin buat saya boleh loh ahahaha #ngarep.

Dear Mba Karla, semoga baik-baik aja ya di masa hibernasinya. I miss you. Ga ada karya baru gapapa kok mba, kasih kabar gitu via twitter or facebook. Hehehe, fans banyak nuntut. Take care mba.

Mba Karla di sampul belakang Forever Yours.

Friday, April 6, 2018

Indahnya Perbedaan, Indahnya Persahabatan : Oleh Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan

Awal mula saya mengenal Watiek Ideo, sebelum akhirnya bisa mengikuti kuliah whatsappnya adalah saat ditag oleh salah seorang teman untuk mengikuti give away yang sedang diadakan oleh beliau. Puji Tuhan, beruntung, jadi dapet deh bukunya yang baru mau dilaunching.

Apik tetapi sarat makna bukunya. Jujur saja, rasanya bahagia dan beruntung karena lewat satu give away ini bisa menuntun dan memperkenalkan saya bahwa banyak penulis anak lokal yang berjuang memperkenalkan gaya hidup yang sehat dan positif melalui dongeng. selain itu, juga jadi tahu adanya komunitas-komunitas yang bergerak di dunia anak lainnya. Ya, namanya juga one link leads to another kan ya :) 

Dari judul besarnya saja Indahnya Perbedaan, Indahnya Persahabatan sudah ketahuan kan intinya mengenai perbedaan-perbedaan yang mungkin saja terjadi di dunia anak-anak. Lebih luasnya juga kecintaan terhadap perbedaan di nusantara, yang semakin ke sini saya rasa semakin suram ya, orang semakin sensitif terhadap yang "berbeda". Hal-hal yang dikemukakan pun sederhana, tetapi kuat rasanya. Review lengkapnya bisa dibaca di sini ya. Warna-warni, pesan cerita, gambar/ilustrasinya, maupun kualitas kertas dari buku ini tidak mengecewakan, bisa diberikan sebagai salah satu alternatif kado buat anak atau ponakan atau murid. 

Review Okta

Thursday, April 5, 2018

Perempuan Membaca : Website dan WAG untuk para ibu yang membaca

Kalau tidak salah, sekitar pertengahan tahun 2017 yang lalu, secara tidak sengaja melihat twit yang dicuitkan oleh mba Iffah Hannah untuk siapa yang berminat bergabung di WA grup ibu membaca. Setelah tahu syaratnya yang penting sebulan memberikan 1 review buku, akhirnya saya memutuskan untuk mengikutinya. Iya, kalau tidak salah, awalnya namanya ibu membaca :) Awalnya ada yang review via wa atau meletakkan postingan di blog pribadi, kemudian berkembang menjadi memiliki ranah blogspot dan akhirnya Januari 2018 memiliki websitenya sendiri, yaitu perempuanmembaca.com. Jadi, ini sampai saat ini merupakan salah satu grup whatsapp yang saya ikuti dan pembahasannya berkualitas dibandingkan grup-grup yang lainnya. Pembahasannya rentangnya panjang sih, ya namanya juga buibu kan ya. Selain buku, juga tentang anak, masakan, politik dan agama kadang-kadang tapi beda dari yang lain, di sini semuanya adeeeeeeemmmmmmmm.

Sekarang anggotanya sudah ada 21 ibu-ibu sih kalau berdasarkan partisipan WAG-nya. Saya pribadi, meskipun agak pemalas *read : suka membaca tapi malas bikin review, bisanya cuma di otak saja :D* berusaha menepati sih, satu bulan satu review. Tenggat waktunya per tanggal 25, meskipun kadang telat juga, yang Maret kemarin malah tanggal 30 baru setor, jadinya sekarang belum dimasukkan deh ke web-nya >.<

Nah, dari review ini kelihatan deh mana-mana aja yang bacaannya berat atau sekedar hiburan kaya saya hahaha. Selain kere-keren, boleh loh mampir lumayan untuk lihat alternatif buku yang bisa jadi koleksi bacaan. Eh, tapi sekarang banyak yang sukanya pakai e-book ya? kalau saya sih masih kuno, masih suka bau kertas, jadi lebih suka baca buku fisik. 

Kalau ada yang berminat bergabung, mungkin bisa mengontak mba Iffah Hannah di twitternya atau kontak saya juga boleh nanti saya bantu menyampaika. Yuk, ramaikan yuk buibuuuuu. Review saya, tag-nya Review Okta ya hehehehe, sekalian promo.

Tuesday, March 20, 2018

Hari Dongeng Internasional (Sedunia) : 20 Maret

Pasti tidak banyak yang tahu kan kalau 20 Maret diperingati sebagai hari dongeng Internasional/Sedunia? Sama dong, saya juga baru tahunya setahun belakangan ini ahahaha tosss. Kalau berdasarkan sejarahnya hari dongeng Internasional ini dimulai oleh para pendongeng di Swedia sekitar tahun 1991. Sementara hari dongeng Nasional di Indonesia punya tanggal yang berbeda, yaitu 28 November dikukuhkan di Kulon Progo tahun 2015. Jauh juga ya jaraknya, 24 tahun, padahal rasa-rasanya dari sejak saya kecil dongeng itu sudah ada. Minimal sempat ngalamin si Unyil.lah (kalau anak jaman sekarang kenalnya Laptop si Unyil :D). 

Nah, tanggal 28 November dipilih karena merupakan hari kelahiran Pak Raden. Acara tersebut dibuka dengan pembacaan dongeng oleh Rona Mentari (bagus banget ya namanya). Sementara kalau awalnya dongeng Internasional muncul malah dirayakan selama lima minggu berturut-turut. Seru ya, anak-anak di sana waktu itu pasti merasa bahagia dan dicintai punya hari perayaan yang fokus pada mereka. Lama pula kan perayaannya. 

Saya pingin sih bisa mendongeng, soalnya kalau baca bahasa saya medok :') jadi kurang stabil intonasinya, belum kreatif juga emosi dan pilihan suaranya. Apa daya, belum ada yang buka kuliah Whatsapp mendongeng ya ahahaha, kalau di Jawa rasanya banyak materi belajar mendongeng dibuka. Iri deh saya. Untuk ikut merayakan hari dongeng Internasional ini, saya mau kasih salah satu kreasi sederhana saya waktu ikut give away dari salah satu kumpulan dongeng di Indonesia untuk memperingati hari dongeng Nasional 2017 yang lalu (diposting tanggal 30 Desember 2017). Dikabarin sih menang, sudah ditanya alamat juga, tapi sampai sekarang hadiahnya ga ada bau-bau dikirimnya ahahaha, sedih, tapi ya sudah, yang penting ikhlas pas bikinnya, yang bohong mereka ya ditanggung sendiri dosanya. Dibantu ngerekamin juga sama suami, soalnya ngga nemu posisi yang enak untuk pasang hp-nya. Ini saya pilih cerita berjudul Selimut Persahabatan dari Watiek Ideo


Selamat menikmati (walaupun sound terakhirnya kepotong dikit hehehe, karena waktu itu syarat ceritanya maksimal satu menit saja). Bagian yang terpotong "selimut menyatukan persahabatan dengan indah". 

Saturday, March 17, 2018

Makan di Batam : Bebek Goreng H. Slamet (Kuliner Batam)

Tidak terasa, bulan depan sudah 4 tahun saya tinggal di Batam. Salah satu adaptasi yang cukup lama saya hadapi adalah berhubungan dengan makanan. Di sini bumbu-bumbu dan rempah-rempah yang digunakan di masakannya sangat kuat. Saya yang sensitif dengan bau menjadi kurang selera. Sebelum blusukan seperti sekarang dan punya tempat makan favorit, Bebek Goreng Pak (Haji) Slamet adalah satu-satunya penyelamat supaya saya mau makan :D 

Rumah makan yang khas dengan warna hijaunya ini terletak di seberang BCS mall, jadi cukup mencolok karena juga terletak di pinggir jalan. Selain itu ya karena menu yang paling familiar, lah wong jadi jajanan juga saat di Jogja. Di jalan Affandi (Gejayan) tempatnya tidak pernah sepi. Kalau lauk, saya dan suami cenderung ganti-ganti antara :

- Bebek goreng
- Ayam goreng
- Ceker ayam goreng
- plus sayurnya gantian antara :
daun pepaya rebus dan ca terong

Suami saya juga sabar banget ngga bosen ngikutin kemauan saya :D Pernah seminggu full maunya kesini aja. Ngga masak, ngga mau menu lain (ps : sebelum menjelajah Batam dan masih marah sama kota ini :D). Lauk boleh berganti, tapi yang membuat saya bisa memiliki nafsu makan adalah SAMBAL KOREK atau sambal bawangnya.

*Tips : kalau ke sini sebaiknya sediakan uang receh ya, untuk mengantisipasi hitungan yang tidak genap. Kasirnya kebiasaan banget tidak pernah meminta maaf kalau kembalian kurang. Ya padahal kalaupun kurang ya sudah, tapi saya pernah Rp. 800 ybs tidak merasa kurang, cuek aja. Bagi yang lain mungkin tidak seberapa ya, tapi kalau keseringan dan tidak ada sopan santun kata-kata pengantarnya ya kan saya sebel xD Biasanya kalau ada pelayanan yang kurang sreg gini saya males balik, tapi berhubung pelayanan yang lain masih ramah, cepat, rasa stabil (jangan sungkan juga minta ganti kalau bebek yang dateng rontok dagingnya alias kebanyakan tulangnya, mau kok diganti) dan dekat jadinya ya gitu deh, masih datang dengan saya antisipasi aja bawa recehan :)))

Dulu masih gratis sih kalau nambah, sekarang sudah membayar Rp. 1.000,- 
setiap satu cepuk kecil seperti ini :)


Cekernya seporsi-seporsi biar ga rebutan :D
Belum bisa nih masak ceker kaya gini.

Friday, March 16, 2018

Kuliah Whatsapp Materi Cerita Anak (oleh : Watiek Ideo) : Tugas ke-1

Memasuki pertemuan kedua di kuliah Whatsapp oleh mba Watiek Ideo, saya mulai merasa keblebegan, ahahaha banyak hal yang harus dicerna dan dipelajari. Sebenernya kalau dikasih teori tuh tidak akan menjadi berguna kalau tidak dipraktekkan kan ya. Di akhir materi kemudian Mba Watiek memberikan tugas untuk membuat kerangka cerita. Seperti biasa, saya tidak bisa membuat kata-kata yang padat dan singkat. Kaya semua-semua ingin dimasukkan. Sementara itu membaca tulisan peserta lain rasanya semakin jiper. Tulisan dan nuansanya sangat anak-anak sekaliiiii. Dominan menggunakan benda dan hewan sebagai tokohnya. Saya belum bisa, hiks. Suka sih nonton kartun, suka ngobrol sama koleksi tanaman saya, tapi belum bisa meletakkan imajinasi itu di kepala saya. Sedih, iya, berasa : 'kenapa hal kaya gini ga kepikiran' 'ya ampun,iya juga ya bisa kaya gini' 'lucu banget idenyaaa' 'ini anak-anak banget nih' 'ini simple tapi kok bisa merasuk banget ya?' daaan bisikan-bisikan lain setiap membaca ide yang luar biasa dari peserta lain. 

Favorit buanget dan membuat saya merinding adalah yg punya ide cerita tentang tunas mangga. Apa karena saya punya tunas mangga yang sudah hampir 3 tahun kuntet segitu-segitu aja ya? Hihihi, jadi mengena banget. Bahkan bisa kebayang ilustrasinya. Iya sih, saya sangat setuju saran : perhatikan hal sepele di sekitar kita. Bisa jadi ide. Hiks, gimana sepele, ada kenalan di depan aja saya kadang ga ngenalin, suami aja sampe kesel karena saya lemot banget ngapalin mappingnya kota Batam yang seuplik ini. Saat ada sepupu kemaren baru sekali ke daerah Batam langsung inget di pengkolan situ ada tempat ini, di etalase ini jual ini. Saya langsung iri. Selama ini nyetir ya udah nyetir aja, yang penting sampai tujuan. 

Perhatian kepada lingkungan sekitar. Sesepele apapun. Itu adalah PR saya mulai hari ini. Jadi sejenis life at present ya. Hahaha hal yang juga masih berproses dalam diri saya. Yuk jadi anak-anak yuk (mantra dalam hati). Kalau untuk menceritakan cerita yang sudah ada, mengaransemen latar belakang dongeng, membuat kreasi supaya cerita tersampaikan, itu lebih mudah bagi saya. Namun, saat diminta untuk menuliskan secara sistematis, hmmm, syusyah.

Berikut ini kerangka cerita pertama saya. Jangan diketawain (soalnya sudah puas diketawain sama suami :'D). Ini terinspirasi dari keinginan pribadi yang ingin memiliki anjing tetapi belum mampu. Nama tokohnya pun berganti dari Derlin, Bening sampai akhirnya Banyu. Om Nugie juga tambahan karena jarang juga cewe punya peliharaan ikan (kebayangnya kolam ikan koi soalnya yang ikannya gede-gede itu). Kasihan ya, rasionalitas orang dewasa dipaksakan ke Banyu yang masih kelas 2 SD. Soalnya saya cenderung menyelesaikan masalah secara logis dan 'nyata' sih ya. Trus punya ponakan juga kritis banget jadi enak ngobrol sama dia meskipun baru kelas 1 SD. Jadi, kebayangnya gitu deh kalau mau menyelesaikan konflik sama anak nanti.

Judul : Banyu ingin punya anjing
*Pengenalan tokoh:*
Nama: Banyu, mama, tante Vea
Ciri-ciri:
Banyu = anak laki-laki, periang, suka binatang, kelas 2 SD, halaman rumahnya sempit
Mama = sabar, ibu rumah tangga yg juga bekerja dari rumah, suka memasak, tidak punya asisten rumah tangga
Tante Vea = temannya mama, tinggal di kota yang sama dengan Banyu, punya peliharaan : burung, ikan, anjing dan kucing, halaman rumahnya luas, suaminya (om Nugie) juga hobi hewan peliharaan, punya asisten rumah tangga.

*Pengenalan konflik:*
- Banyu tidak terima saat Mama menjelaskan bahwa Banyu belum bisa bertanggungjawab untuk memiliki anjing sebagai hewan peliharaan, mama-papa sudah lelah bekerja untuk ditambahi mengurus hewan, lagipula rumah mereka kurang memadai untuk memiliki anjing.
- Banyu 'ngambeg' dan merengek untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dirinya serius ingin punya anjing dan bisa mengurus sendiri anjingnya tersebut.

*Perjuangan:*
- Dari Banyu : berusaha menunjukkan keseriusannya dengan menyebutkan nama-nama teman yg memiliki hewan peliharaan, berjanji akan rajin belajar dan mengerjakan pr, membantu mama tanpa disuruh.
- Dari mama : memberikan 'tantangan' kepada Banyu  menginap di rumah tante Vea untuk membantu mengurus hewan peliharaan di hari Sabtu dan Minggu ini saat libur sekolah, apabila berhasil, maka mama akan mengijinkan.
- Tante Vea memberikan tugas kepada Banyu mengurus Cimut anak anjing kecil mulai dari memberi makan dan memberi snack pd jam tertentu, memandikan, membersihkan kandang, mengajak jalan-jalan, membersihkan pipis (karena Cimut belum pintar) dan mengajak bermain.

*Klimaks:*
- Banyu kelelahan karena Cimut selalu mengajak bermain, tempat makan belepotan dan sering pipis sembarangan (Banyu membersihkan semua sendiri karena sudah berjanji kepada mama)
- Banyu sudah merasa lelah padahal baru 1 hari membantu mengurus Cimut dan itu dilakukan di hari libur, belum dikurangi waktunya di hari sekolah dan harus mengerjakan pr.

*Penyelesaian:*
- Banyu menyadari bahwa mama benar, belum saatnya ia punya anjing, bahkan ikan yang hanya di kolam saja juga membutuhkan perawatan dan perhatian (hasil mengamati aktivitas tante Vea dan om Nugie)
- Banyu memutuskan tidak jadi memelihara anjing dan belajar untuk disiplin dulu karena memiliki hewan peliharaan butuh waktu dan perhatian yang sungguh-sungguh.
- Tante Vea mengijinkan Banyu untuk bermain dan membantu untuk berlatih memiliki hewan peliharaan kapanpun Banyu ada waktu/libur sekolah.

Jadiii, bagaimana? Kalau ada komentar boleh ya :) Terima kasih. Ya namanya juga masih belajar kan ya. Semoga saya bisa memotivasi diri sendiri sampai akhir dan tetap berlatih. Hosh!!!

Thursday, March 15, 2018

Kuliah Whatsapp : Materi Cerita Anak (oleh : Watiek Ideo)

Jaman sekarang tuh kalau kemudahan teknologi seperti Whatsapp dimanfaatkan secara positif, hasilnya juga bakal positif bahkan buat khalayak yang lebih besar tidak terikat tempat. Ga perlu kumpul menentukan tempat yang kadang disertai keriwehan karena pada bilang 'terserah' atau kalau dalam jumlah besar harus mencari tempat dan menyediakan minimal snack atau minum lah ya. Jadi keluar biaya lagi deh. Bikin grup juga bukan cuma jadi grup rumpi, tapi ada gunanya >.<

Kuliah Whatsapp adalah sejenis pembelajaran bersama di grup Whatsapp dimana secara umum ada pemateri dan ada moderator yang bertugas menjembatani antara peserta dan pemateri. Tugas lain dari moderator adalah mengelola pertanyaan yang disampaikan peserta untuk kemudian diajukan ke pemateri sehingga waktu untuk memberikan jawaban dapat menjadi lebih efektif. 

Saya beberapa kali mengikuti kuliah Whatsapp, tetapi yang tidak berbayar alias gratisan :D Sampai akhirnya mengikuti yang berbayar saat menemukan di Instagram di akunnya @watiekideo ada penawaran untuk kuliah Whatsapp mengenai cerita anak. Mba Watiek ini penulis cerita anak, produknya sudah banyak, selain buku ada mainan juga. Berhubung saya penasaran ingin tahu bagaimana proses beliau menciptakan cerita yang menarik, akhirnya saya mendaftar. Pesertanyapun banyak sekali (>200 peserta) daaannn sudah pada ahli semua, ada yang memang penulis, ilustrator, penjual buku anak, guru, daaannn lainnya yang memang berhubungan dengan dunia literasi anak-anak. Jiper? Sudah pasti :') saya ora mudeng. Namun, saya punya kemauan untuk belajar. Mumpung masih ada umur kan ya. 

Selama masih bisa belajar, menjalin relasi, dan temanya sesuai akan saya ikuti, lumayan biar ga jadi mama gaptek nanti kalau dikasih rejeki dapat anak :D


Baju batik anak modern : Bu.Ba.Yo

Baju batik anak modern saat ini banyak dicari, sangatlah menyenangkan mendandani ananda dengan baju-baju bermotif tradisional tetapi tetap modern dan nyaman digunakan oleh ananda. Beberapa sekolah juga memiliki hari khusus untuk mengijinkan muridnya memakai pakaian bermotif tradisional. Atau digunakan pada saat menghadiri pesta maupun acara yang terkadang membutuhkan waktu seharian.

Hal ini tentu saja membuat Ananda membutuhkan pakaian bermotif yang nyaman dipakai, tidak ribet dan menarik untuk dipadupadankan. Saya dan Zenitha sudah hampir setahun ini menjual secara online baju anak-anak yang bermotif batik. Terbuat dari bahan katun yang membuat nyaman dipakai seharian. Motifnya meskipun tradisional, tetapi sangat khas anak-anak yaitu berwarna-warni cerah. Harganya, sudah tentu ringan di kantong :D

Berikut beberapa contoh yang kami sediakan, untuk lebih lengkapnya bisa mampir ke akun instagram @bu.ba.yo atau facebook @bubayo.id :) Di setiap foto sudah diberikan keterangan ukuran maupun harga, jadi memudahkan untuk disesuaikan dengan ukuran Ananda. Bu.ba.yo sengaja tidak memakai ukuran berdasarkan umur karena dari pengalaman, ada rentang yang sangat besar sekali, misalnya satunukuranbyang sama ternyata bisa dipakai di usia 22 bulan dan usia 3 tahun lebih, atau untuk anak laki-laki usia 6,5 tahun karena bongsor jadinya bisa saja memakai ukuran untuk anak 8 tahun. Dalam beberapa event bu.ba.yo biasanya mengadakan diskon. Jadi, jangan segan follow yaaa :D



Happy shopping :) 

Monday, February 20, 2017

Premi Pendidikan Manulife Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Mahalnya Uang Sekolah Anak

Hari ini semesta sedang ingin mengajarkan suatu yang baru lagi pada saya. Sebenarnya sih ngga baru banget, hanya mendapatkan pemahaman yang lebih dibandingkan sebelumnya. Dalam rentang waktu yang bersamaan ada tema yang sama dibahas antara saya dengan adik, dengan seorang sahabat dan perbincangan umum di WA grup. Dengan adik memperbincangkan program barunya Manulife (adik saya seorang agen Manulife), dengan sahabat memperbincangkan jenis-jenis asuransi yang kemudian mengkerucut ke asuransi pendidikan dan di WAG mengenai para ortu yang sedang dalam pergumulan memasukkan anandanya ke sekolah dasar. Biayanya bikin jantungan ya hehehe sampai ke puluhan juta, padahal baru biaya pendaftaran dan biaya masuk. Bahkan ada yang curhat biaya ini tidak bisa dicicil. Masuk sekolahnya masih tengah tahun, tapi awal tahun sudah banyak sekolah favorit (di kota masing-masing yang sudah tutup pendaftaran). Fiuh,,,belum kebayang gimana nanti jaman saya melalui hal ini. Kayanya biaya saya S2 kok udah kalah sama krucils yang mau masuk SD ini x)))

Satu hal yang saya syukuri adalah sejak awal menikah (2012), saya dan suami memutuskan mengambil premi untuk pendidikan, jadi tadi sekalian cek-cek ombak gimana situasinya, sepertinya sih masih aman ya untuk perkiraan 7 tahun ke depan hehehe. Bagi rekans yang berminat mengambil premi pendidikan, dicoba dulu saja sekarang, mumpung Manulife sedang ada program cuma bayar 5x, ada bonus loyalitas 40% setiap per 5 tahun, jaminan premi kembali (nilai tunai yg dijamin), ada nilai polis yg terbentuk dan mendapatkan proteksi jiwa sebesar 5x premi tahunan yg dibayar. Menarik kan? Ngga usah takut, selama untuk kebaikan keluarga, pasti adaaa aja jalannya, kaya saya sekarang, anaknya belum ada udah nyicil dan puji Tuhan masih tercukupi rajin mbayarnya. Ada aja kok jalannya meskipun kadang kalau dipikir ngga akan cukup. Karena, kalau ga dimulai dari sekarang kapan lagi? Anak juga masih akan masuk SMP, SMA, kuliah kan? Kalau mau dibantu dan mau nanya-nanya untuk hitungan polisnya, bisa mampir isi ke sini. Nanti di kolom terakhir bisa diisi infonya dapet dari blog receh ini ya x)))
 Ini salah satu perhitungan perkiraannya mulai anak usia 1 tahun. Anak umur berapa aja mulai masuknya bisa kok dibuat perhitungannya, asal belum 30 tahun. Tanda biru itu tadi dikasih pas saya nanya tentang pengambilan. Jadi, berdasarkan contoh di atas, tahun ke 20 kalau mau berhenti yang didapet 6jt+2,636+191jt. Tapi sayang ya kalau berhenti, kan serunya anak tetep bisa dapet polis asuransi jiwa sampai usia 70 tahun. Ya, itung-itung warisan kan ya? Bonus 40%nya ya tergantung pengennya nabung berapa, berdasarkan kesepakatan saja sama pasangan kan ya.
Ps : selain tentang biaya masuk sekolah, di WAG tadi dapet info juga kalau di Solo tidak mewajibkan anak bisa baca waktu masuk SD, keren ya, jadi ga ada paksaan ke anak dan ga ada tes aneh-aneh yang mungkiiinnn malah bisa bikin anak tertekan. Pindah ke Solo aja apa ya? Heeee, ngareppp, biar bisa keluar dari kota antah berantah ini >.<

Sunday, February 19, 2017

Menakar Jiwa Mantan Teroris Melalui Tes Davido CHad (Sarlito Wirawan Sarwono, 2013)

Buku ini belinya lewat www.penerbitsalemba.com yang cs onlinenya ramah banget karena saya sempat kesulitan memfinalisasi order. Ramah cepet lagi,hehehe malah promo penerbitnya ya. Harganya Rp. 11.353 karena diskon 75% dari Rp. 52.900. Harusnya pada saat itu borong banyak ya, lumayan bisa dijual lagi x)))
Mendapatkan buku ini di awal tahun merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Dikarenakan sejak setahun terakhir saya sedang merasa tertarik dengan psikoanalisis. Kemudian menemukan tulisan alm. Prof. Sarlito yang mengatakan bahwa "saat ini dunia psikologi di Indonesia mudah sekali melenceng dari pakem bahea psikologi adalah ilmu yang berasal dari ilmu-ilmu sebelumnya, yaitu filsafat, ilmu sosial, ilmu faal, kedokteran dan matematika, sehingga kita mudah sekali tertarik kepada pseudo psychnology seperti ilmu otak tengah atau ilmu finger printing yang mengasumsikan psikolog bisa mengetahui dan mengubah kepribadian orang dalam waktu cepat" (dalam Revolusi Mental : Makna dan Realisasi, 2015). Di daftar acuan saya menemukan judul buku ini yang kemudian akhirnya semakin membuat saya sedikit bersemangat belajar lagi. Kenapa sedikit? Karena di sini saya belajar sendiri, coba di Yogyakarta, banyak yang bisa diajak diskusi dan ngajari saya hehehe alesan ya.

Di dalam buku ini, diceritakan bahwa Prof. Sarlito memulai studinya mengenai psikologi teroris (okei,saya saja baru denger ada psikologi jurusan ini,apalah saya yang masih cetek ini) pada tahun 2005. Bermula saat pembuat film dokumenter Daniel Rudy Haryanto memberikan kepada beliau 14 rol kaset video yang berisikan wawancara penuh dengan empat pengebom Bali pertama. Hasil analisis yang dilakukannya bersama tim menunjukkan tidak ada indikasi gangguan patologis pada semua pelaku, tidak ada juga gejala neurotik maupun faktor sosial-ekonomi lainnya. Mereka sehat secara mental seperti orang normal lainnya. Hasil inilah yang kemudian berlanjut pada penelitian lainnya di tahun 2007 yang menggunakan sampel lebih besar (47 subyek mantan teroris); tahun 2009 diperluas ke sebuah program deradikalisasi eksperimental; 2011 studi mantan teroris mendakwahkan Islam damai. Pada saat di puncak eksperimen ketiga, Prof. Sarlito bertemu Dr. Roseline Davido seorang psikolog klinis Perancis dan pembuat tes gambar CHad (Childhood Hand that Disturbs) sebuah teknik proyektif dari tes kepribadian berdasarkan teori psikoanalisis. Dalam komunikasi jarak jauh dengan memberikan data-data yang dibutuhkan, Dr. Davido dapat menunjukkan perbedaan signifikan antara gambar CHaD mantan teroris dan gambar CHad dari mahasiswa yg digunakan sebagai kelompok kontrol. Secara psikoanalisis, trauma masa kanak-kanak (kebanyakan seksual) mendorong seseorang melakukan tindak kekerasan ketika mereka tumbuh dewasa. Dalam lingkungan yang relevan, orang-orang ini akan menjadi kejam dan ketika bertemu dengan jaringan radikal, secara otomatis ia akan menjadi radikal. Hasil analisa inilah yang memperkuat Prof. Sarlito meneruskan studinya kemudian diiringi dengan tes gambar CHaD. Bahkan tes ini dapat digunakan sebagai deteksi dini kecenderungan kekerasan tidak hanya di ranah terorisme tetapi secara umum seperti kriminal dan kekerasan dalam rumah tangga.

Secara singkat di bab 2 dituliskan mengenai bagaimana individu bisa menjadi teroris. Teknik pendekatan yang digunakan kaum fundamentalis untuk merekrut anggotanya adalah dengan menghantam krisis identitasnya. Mereka diajak meninggalkan identitas pribadinya dan mengubahnya dengan identitas kelompok, yang dalam proses psikologi disebut "depersonalisasi". Beberapa mantan teroris yang pernah menjadi narapidana didapati menjadi lebih tenang dan mencari kehidupan bahagia. Namun, ada juga yang tetap pada ideologi radikalnya bahkan dapat mempengaruhi beberapa personel di dalam penjara untuk menjadi lebih radikal serta melakukan kegiatan ilegal untuk melancarkan aksinya. Prof. Sarlito kemudian menerapkan tes CHad kepada mantan teroris yang menjadi subjek penelitiannya disertai dengan keyakinan bahwa teknik ini sangat berguna secara klinis di Indonesia. Prinsip teknik proyektif adalah apa yang tersembunyi di alam ketidaksadaran - yang tidak bisa diungkap dengan cara psikodiagnostik dan/atau prosedur lainnya dapat dilihat ketika psikolog menerapkan rangsangan. Dengan demikian, subjek dapat mengungkapkan prrasaan, trauma, dll yang terdalam. Salah satu ilmuwan psikologi adalah Sigmund Freud (1856-1939) yang sangat memperhatikan sesuatu yang disebutnya "alam ketidaksadaran" dan mengajarkan psikoanalisis yang menjunjung tinggi pentingnya alam ketidaksadaran pada pusat kepribadian manusia. Pada masanya, aliran ini mendapat banyak tentangan dari ilmuwan lainnya karena berisi banyak informasi dan hipotesis yang tidak bisa dibuktikan dan berbau spiritual atau mistis. Bagi Prof. Sarlito sendiri, beliau dapat menggunakan tes proyeksi untuk menuntut psikoterapi dan mengeksplorasi lebih mendalam terhadap fungsi psikis pasien. 

Tes CHad, menurut R. Davido (1994) berisi tiga gambar yang akan dilakukan, yaitu gambar masa kecil (C), gambar tangan (H) dan gambar tangan yang mengganggu (D). Hipotesis yang didapatkan dari penelitian 10 kasus mantan teroris melalui tes CHaD salah satunya adalah para mantan teroris tersebut tidak dapat mengetahui dan/atau tidak bisa menggunakan beberapa tahun kebahagiaan masa kecil untuk membangun psikologinya. Salah satu yang dibahas khusus disertai dengan gambar tes CHaD dan petikan wawancara di buku ini adalah subjek yang bernama Abu Bukan Baasir (bab 8). Sangat menarik dimana ternyata subjek ini berasal dari keluarga menengah berpendidikan tinggi, tetapi ia menjadi radikal karena ia adalah satu-satunya anak (di antara kelima saudaranya) yang mendapatkan siksaan dari ayahnya. Kebencian, marah, takut membuatnya bergabung dengan organisasi radikal untuk menunjukkan dirinya sebagai laki-laki yang kuat dan percaya diri. Saat ini,kepribadiannya masih rapuh, meskipun agresivitasnya tidak lagi tinggi, tetapi dengan pekerjaannya sekarang membuatnya menjadi pribadi yang lebih tenang. Dikatakan oleh Prof. Sarlito bahwa kepribadian yang rapuh dapat menjadi kuat sepanjang ada sesuatu yang mendukungnya antara lain keluarga, pekerjaan, sistem, dll.
Bab 8. Halaman 72-73
Bagian yang menarik mengenai efektivitas tes CHaD ini adalah pada saat para subjek menolak penyerahan jejak bukti apapun terutama yang tertulis. Namun, pada akhirnya mereka tidak menolak pendekatan menggunakan tes CHaD ini dikarenakan tes ini : menggambar tetapi tidak menulis. Tes CHad tidak membawa resep pengukuran melainkan arahan terapeutik. Para psikolog harus terus bertanya dan memperluas wilayah penyelidikannya. Untuk kasus teroris perlu diperluas sample.nya dan sangat dibutuhkan partisipasi beberapa institusi pemerintahan tertentu seperti Kementrian Sosial, Kementrian Agama, serta Kementrian Pendidikan dan Budaya. Tes CHad, bagi Prof. Sarlito, merupakan alat yang bagus di dunia hukum sehingga psikolog dapat masuk lebih jauh, pada klinis anak tes CHaD dapat mengungkap trauma yang menghilang dalam ketidak sadaran dan memulai suatu terapi.

Selama membaca buku ini saya deg-degan membayangkan bagaimana prosesnya, keseruannya menghadapi defensifnya para subjek, bagaimana proses bolak-balik mendapatkan data yang dibutuhkan untuk mempertajam analisa serta bagaimana hipotesa terbentuk. Sangat disayangkan karena penelitian setelah tahun 2011 tidak mendapatkan sponsor pendanaan lebih lanjut mengingat hasilnya tentu saja tampaknya akan sangat berguna bagi Indonesia. Dimana situasi Indonesia saat ini yang sangat sensitif dimana orang mudah sekali terpicu dan digerakkan secara massive oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab, kekerasan verbal maupun fisik bahkan di dunia maya orang sangat mudah terpengaruh berita hoax. Rasa penasaran lain yang muncul adalah, saat ini siapakah penerus alm. Prof. Sarlito di ranah ini. Sangat-sangat menarik untuk dipelajari dan diterapkan di kasus-kasus individual. 

Dr. Roseline D. Davido sendiri akan menjadi pemateri workshop yang diadakan oleh ASIAN PSYCHOLOGICAL ASSOCIATION di Malang pada tanggal 21 April 2017. Menarik dan menyebalkan ya bagaimana momen-momen yang menarik minat kita datang di saat hampir bersamaan, tetapi kita belum tentu bisa mencapainya? Hehehe iya, saya agak curhat, di tengah keinginan untuk belajar sepertinya (sepertinya loh ya) saya belum bisa mengambil momentum bertemu dengan Dr. Roseline. Masih mendoakan dan meminta sama Gusti Yesus semoga dibukakan jalan ke arah sana. Biar sekalian belajar sekalian pulang gitu hihihi, ada udang di balik rempeyek ya. Buku ini adalah satu dari beberapa buku yang ada mengenai tes CHaD, semoga bisa habis sebelum pertengahan tahun ini ya sebagai target pembelajaran mandiri saya di kota antah berantah ini >.< atau ada yang mau jadi subjek pembelajaran saya? :D tunggu pinter dulu, semoga semangat belajarnya ngga luntur di tengah jalan ya.

Wednesday, October 26, 2016

Buku Bantal/Soft Book/Quite Book/Bussy Book

Buku Bantal/Soft Book/Quite Book/Bussy Book adalah beberapa sebutan buku yang diperuntukkan bagi para batita. Disebut bantal karena bentuknya seperti bantal, soft karena memang lembut sehingga aman, quite dan bussy karena meskipun ada sensasi kresek2nya dan beberapa ditambah gemerincing atau teether buku ini bisa membuat batita tenang dan sibuk sendiri. Biasanya buku ini terbuat dari bahan yang aman untuk bayi karena tentu saja bayi selain meremas akan memasukkan sebagian dari buku tersebut ke mulutnya. 

Saya pribadi baru beberapa hari terakhir mencari tentang buku ini sebagai hadiah untuk keponakan saya. Ada berbagai versi tentang warna, angka, hewan, keagamaan (versi muslim lebih mudah dan banyak ditemui), bentuk, kendaraan, dan lain sebagainya. Tujuannya selain agar bayi akrab dengan warna, rasa, tekstur adalah agar pendamping bisa menemukan bahan bercerita atau sekedar ngobrol dengan bayi untuk merangsang inderanya.

Ini buku bantal yang saya pilihkan untuk Alin keponakan saya. Hanya terdiri dari empat lembar dan 8 halaman. Ada pencetan yang menimbulkan bunyi berdecit di lembar pertamanya dan ada banyak pita yang dikatakan dapat menunjang tumbuh kembang taktil bayi. Yah lumayan membantu karena sekarang Alin sedang senang-senangnya memainkan dan mreteli talinya guling. 

Lembar kedua dan keempat buku ini didalamnya berisi srjenis plastik yang apabila diremas akan menimbulkan bunyi kemresek dan agak lebih tebal sehingga menimbulkan sensasi berbeda saat bayi memegangnya. Buku ini sudah melalui tahapan pencucian, sendirian di dalam mesin cuci, tanpa dilapisi bahan yang lain dia bisa bertahan dan benang-benangnya tidak semrawut. Yah bisa dikatakan tetap seperti bentuk semula dimana kainnyapun tidak menjadi kusut. 

Setelah menggoogling ternyata banyak sekali yang memberikan tutorial pembuatan buku ini. Sebagian besar menggunakan kain flanel sih, yang saya rasa akan lebih cocok untuk anak di atas 5 tahun yang sudah tidak memasukkan benda ke dalam mulut. Beberapa situs luar negeri juga menjualnya dalam bentuk lembaran kain sehingga kita bisa menjahitnya sendiri ke dalam bentuk buku. Hal ini membuat saya ingin mencobanya hihihi,paling tidak mengasah kemampuan menjahit dan harus kreatif dalam merancang penempatan pola yang menarik bagi anak. Ya minimal persiapan buat anak sendiri nantinya. Semoga bukan sekedar angan dan bisa direalisasikan ya. Bagi saya, pencipta buku jenis ini sangatlah kreatif dan saya selalu kagum dengan mereka yang kreatifitasnya bisa memudahkan banyak orang. Buku ini juga sangat-sangat memudahkan untuk dijadikan alternatif kado bagi batita, mengingat kadang suka bingung kan ya mau ngadoin apa untuk para krucils ini. Tidak hanya awet tetapi bisa berguna sekali untuk pembelajaran. Paket lengkap jadi ngga rugi belinya :D