Showing posts with label kebaya. Show all posts
Showing posts with label kebaya. Show all posts

August 7, 2014

Modifikasi Kebaya Wisuda S1 untuk Acara Langkahan 5 tahun Kemudian

Iseng-iseng lihat-lihat foto-foto jaman dulu, pas pindah ke folder foto langkahan waktu adek minta ijin menikah duluan jadi keingetan kalau kebaya yang dipake adalah kebaya yang waktu wisuda S1 alias sudah 5 tahun berlalu ternyata dipakai lagi. Ketawa-ketawa sendiri juga sih dengan ukuran badan yang berbeda bisa juga terpakai lagi kebayanya :D 
Jangan salaaah, ukuran badannya ngga cuma beda sekilo dua kilo tapi udah masuk ke rentang 10 kiloan (ho.oh, sekarang berat badannya ngga pernah di bawah 60 lagi huks, syedih, semoga sehat selalu deh ya). Kalau ngga salah inget dimodif karena acaranya agak dadakan dan mama ngga sempet cari bahan makanya tante Hartoyo (penjahit andalan kami) diminta memodif kebaya merah yang baru sekali aja dipake pas wisuda di Agustus tahun 2005 itu, oia, acara langkahan ini diadakannya Desember 2010. Kenapa bisa dimodif dengan mudahnya ternyata tipsnya adalah tante Hartoyo pada saat membuat kebaya di awal melebihkan masing-masing di kanan kiri bangkekan (daerah pinggang) 

Kenapa harus ada upacara langkahan? Karena pada waktu itu saya masih sok-sokan belum mau nikah, alias males mikirin pernikahan, padahal sekarang sih terkadang ada penyesalan keapa ngga nikah muda dan nurutin ajakan suami nikah pas umur 25, kan dah punya anak SD sekarang :)) just kidding masih mensyukuri setiap tahapan hidup saya kok sampai saat ini :) Nah, karena saya kakak yang baik (memuji diri sendiri :p) berdasarkan keinginan adek yang memang saat itu lebih siap dan lebih matang untuk menikah ya diijinkan dong ya. Cuma, karena keluarga masih menganut adat Jawa, maka dirancanglah acara langkahan ini supaya resmi dan terberkatilah sang kakak yang sudah merestui adiknya menikah terlebih dahulu :) Upacara langkahan diadakan apabila ada adik yang akan menikah terlebih dahulu dibandingkan kakaknya. Katanya sih jaman dulu kalau kakaknya ngga mau ya nunggu aja gitu sampai kakaknya dapat jodoh, kasihan ya? Atau ada juga kakak yang memanfaatkan untuk meminta seserahan yang pol-polan sekalian agar adiknya bisa mendapatkan restu. Kalau saya? Masih baiklah, cuek banget, ngga segitunya, padahal harusnya minta apa gitu ya sekalian :D

ini foto satu-satunya dari kenangan wisuda S1 yang saya temukan. Karena file-filenya hilang di PC yang sudah dimutilasi sama adik saya tanpa back up data, mesake tenan kan hehehe. Sudah gitu nemunya adalah di kartu ATM dulu pas nabung di Bank NISP, kalau ngga salah ada promo bisa bikin ATM berdasarkan foto casual. Untung juga milihnya foto ini, jadi masih adalah kenangannya. Liat kan masih kecilan, leher dan dagunya aja misah, tulang pipinya masih ada (niat banget ya mereview diri sendiri hahahaha). Pada saat itu sih ukurannya termasuk ndut, tapi dibandingin sekarang jauuuhhh lebih ramping :)))))
Acara ini dipandu dan dirancang sama salah seorang Pakdhe yang memang njawani banget. Lihat, 2 bunga di vas yang besar-besar itu? itu adalah kado dari mama karena mama dan saya suka banget bunga dan dibanyakin bunga sedap malam karena itu adalah bunga favorit saya, sampai sekarang. Suka banget kesederhanaan, kecantikan dan keharumannya *_*
Pas liat foto ini jadi senyum-senyum sendiri. Gimana engga, kapan lagi coba adek saya mau sungkem begini :))) wong sehari-harinya aja cuek beibeh dan dulu dia keras banget kalau udah punya keinginan. Eh, tapi sudah pernah saya bilang ya di sini setelah acara langkahan adek saya berasa lebih jadi kakak dan setelah punya anak alias Deren lahir kebijaksanaan dan kebaikan hatinya dah beda banget dibandingkan pas lajang :)
Ini adek dan calonnya, kalau sekarang sih udah jadi ipar ya, bersama dengan seserahan yang dikasih pada waktu itu. Disertai dengan pisang mas (kalau ngga salah, apa pisang raja ya?) dan uba rampenya bunga-bunga, sayangnya saya lupa ada bunga apa saja. Kalau berdasarkan googling sih fungsinya bunga-bunga ini adalah untuk "melambangkan kesejukan dan mengharumkan nama  orang yang melaksanakan ritual langkahan". Ada amin saudara-saudara? Amin yaaaaa :D
Bersama pakde bude. Ini dek Ryo seneng banget harusnya, karena jarang-jarang keluarga yang dari Bogor dan Bandung dan luar kota lainnya pada bisa dateng dan memberikan restu di pernikahannya. Ngga semua sepupu bisa selengkap ini didatengin para bude, pakde, om dan tante. Oia, pernikahan dilaksanakan keesokan harinya kalau ngga salah inget.
Ini pas acara sudah selesai dan mau makan malam sekalian. Disediakan tumpeng juga sebagai syarat uba rampenya. Berdasarkan googling juga, tumpeng yang dipakai namanya "tumpeng golong" (sebuah tumpeng kecil yang terbuat dari nasi putih saja. Tumpeng ini merupakan miniatur dari gunung yang melambangkan keluhuran budi (dari warnanya yang putih)). Ada menu ayam ingkung bakarnya juga (ingkung maknanya “linangkung” yang berarti paling atau lebih, yang maksudnya agar orang yang melalukan ritual ini menjadi orang terpandang. ayam ingkung yang dibakar dimaksudkan untuk membakar kesalahan-kesalahan masa lalu). Seperti biasa, kalau ada acara yang melibatkan tumpeng dan nasi kuning mama sudah punya langganan di Mergan Lori, enakkkkk banget rasanya padahal warungnya kecil banget di pojokan jalan. Kalau pagi jam 7 pasti sudah habis diserbu para pencari sarapan **di tahun 2014 ini aja seporsi banyak banget harganya cuma Rp. 7000,- plus sambel yang endeeeeuuuss tenan, pas ke Batam kemarin, mama sengaja bawain nasi kuning buat saya juga, saking kangennya sama nasi kuning ini :)**
Ini iseng yaaaaa :))) milih foto ini buat nunjukin kalau setelah dimodifikasi alias kebayanya diperbesar seukuran badan yang melar di atas 60 kg itcuuuhh, jahitannya masih tetap rapih dan ngikut body :D Kebaya memang untung-untungan, jadi saat sudah dapet penjahit yang kenal badan kita sebaiknya dipertahankan dan berharap penjahitnya selalu standby untuk menerima repeat order beserta request-request yang kadang nyleneh dari pelanggannya :D

July 13, 2014

Variasi pemakaian kebaya brokat (biru tosca)

Gara-gara mengganti foto profile di whatsapp dengan foto saya memakai kebaya dikombinasi dengan celana jeans, ada beberapa message yang mengatakan bahwa cocok juga kebaya dipadukan dengan busana casual hehehe ya memang cucooookkk. Yang belum kesampaian adalah membuat versi rok selutut dari jarik atau dress yang dari jariknya, semoga dalam waktu dekat ya. Saya pernah membuat artikel mengenai mix match kebaya disini. 
Foto ini yang saya maksud, agak narsis sedikit gapapa kan ya :) Ini adalah kebaya yang dibuatkan oleh mama, kembaran sama keluarga Kartohadipranoto yang cewek-cewek menjelang resepsi pernikahan adat saya di Batam tanggal 28 Juni 2014 yang lalu. Namun, apa daya sang mantennya kebayanya lain dan mama juga demi menghormati pihak mertua akhirnya mengganti kebaya *karena sudah prepare mama bawa 2 kebaya dari Malang* Sayapun dibuatkan 2 kebaya manten warna merah emas dan ungu yang akhirnya pilihan jatuh ke warna merah emas. Yup, semangatnya mama dalam mempersiapkan anak wedoknya ini memang tidak diragukan lagi, persiapan hanya kurang dari 3 bulan tanpa memerlukan saya pulang ke Malang tetapi ukuran pas semua dan modelnya cucok :D i love you mom :* Lucunya, 1,8 tahun yang lalu pada saat pernikahan bahkan kami tidak menyiapkan seragam untuk para keluarga, jadi cuek aja dengan kebaya masing-masing, baru kali inilah mama sempat mengurus seragam ini, doakan ada rejeki ya biar bisa gantikan modalnya mama :) Dan tumbenan pula warnanya jatuh ke warna biru (entah ya ini termasuk biru tosca ngga ya?) padahal mama ngga terlalu suka biru, nyatanya bagus juga sih.
Karena acara resepsinya berlangsung sehari penuh sampai magrib, maka para bude dan pakde udah ngacir ke hotel masing-masing kelelahan sehingga rencana awal untuk menunggu saya berganti kebaya biru supaya ada foto keluarga gagal deh :(
Akhirnya saat kemaren ada acara buka bersama dari kantor suami saya berkesempatan memakai kebaya biru ini dan dipasangkan dengan tank top warna senada plus celana jeans. Foto ini awalnya hanya untuk pamer ke mama bahwa kebayanya sudah kepake, apa daya ternyata lumayan bagus dijadikan profile picture hehehehehe. Sempet diprotes, karena saya ngga memakai kemben melainkan tank top yang jadinya kelihatan talinya, see gimana detailnya mamaku hehehe tapi akhirnya dibilang cocok-cocok juga dan sempet dipuji hihihihi lah anake dewe kok ya.
Foto ini diambil pas para bude dan pakde sudah keburu balik ke hotel, ya karena sudah lelah ya, acaranya dari pagi sampai magrib. Akhirnya saya bergegas ganti kebaya manten warna merah dengan biru ini dan mama juga mengganti kebaya maroonnya trus minta tolong Dinik sang ipar untuk jeprat jepret di halaman depan. Hehehe soalnya kapan lagi kan bisa seragaman gini pas makeup juga masih ada belum dibersihin.
Kebayanya nampak sama ya modelnya, tapi bagian lengan dan leher ada beda sedikit. Dan ini jariknya kalau tampak samping :) Duh, jadi kangen mama banget, banget, we're having so much fun that night :')
Ini foto sebelum berangkat ke gedung, mama memakai kebaya maroon karena biar beda dan diharapkan memakai songket sesuai dengan adat suami (padahal songketnya bukan songket Batak, songket sayapun songket Palembang) hehehe, tapi ga ada komplain berarti aman :) ujung kiri sendiri adik saya tercinta Ryo ditemani istrinya Dinik yang jariknya di model seperti rok korea supaya gampang ngejar-ngejar Deren, dan Derennya sendiri ga ada di foto ini sedang diungsikan di mobil karena kebiasaan orang Batak disini merokok di rumah dan disembarang tempat tanpa memperdulikan situasi, mau sambil gendong bayipun para bapak ini tega untuk merokok (ini yang membuat saya sedih, karena rumah itu malah diharuskan menyediakan asbak dan rokok untuk perokok, padahal di daerah lain rumah itu seharusnya bebas asap rokok, sedih ya >.<). Kalau diperhatikan, kemben yang dipakai warna birunya lebih terang ya daripada tank top yang saya pakai di foto sebelumnya, ini juga membuat perbedaan warna di kebayanya, tetapi selama dalemannya senada atau masih masuk yang tidak masalah, mix and matchlah sesuka hati :)
Ini dua orang sepupu kesayangan saya yang menyempatkan diri datang jauh-jauh ke Batam, dikreasikan dengan lengan pendek ataupun dress masuk juga kan? Punya mba Achie yang sebelah kiri full kancing di bagian belakang. Hal yang secara pribadi tidak saya sarankan karena membutuhkan bantuan orang lain saat harus memasangnya, tetapi tergantung kesukaan ya. Kalau mba Ajeng ini pinjam punya mama karena sebelumnya maunya cuma pake dressnya aja, eh apa daya ternyata cucok ya jadinya dipake deh biar keliatan kompak. mamaciiiii yaaa my beloved sisstaaaaa :*
Ini para bude dan pakde. Para bude dengan kreasinya masing-masing. Jariknya sebenernya seragaman juga tetapi ada bude Yayuk yang ngotot pake songket ya monggo mawonlah daripada ribut aja yang penting semua happy, punyanya bude Titik yang pas di sebelah saya itu sebagian jariknya dibikin seledang sebagai pemanis di bahu sebelah kanannya, kalau bude Anik diberi pemanis semacam sabuk jadi kaya kebaya bali gitu ya, manis juga :) Inilah sedikit variasi kebaya brokat yang bisa saya bagikan dari keluarga saya. Saya pencinta kebaya, bahkan kata suami lebih gimana gitu kalau lihat saya pakai kebaya :D Ke depannya ada rencana kebaya-kebaya yang hanya sekali pakai akan di sewakan, semoga terlaksana ya, termasuk kebaya ungu yang tidak sempat terpakai itu juga akan disewakan...cintailah produk-produk Indonesia, termasuk kebaya :)))

June 14, 2014

Cerita di balik Rancangan Kebaya Pengantin

Menjelang akhir Juni 2014 ini sebenarnya agak spaneng ya...sehubungan dengan perbedaan adat antara saya dan suami, maka sekarang keluarga suami sedang ribet-ribetnya mengurusi pesta adat sesuai dengan budaya mereka. Bukannya saya tidak peduli, tapi masih belum ada damai sejahtera aja dalam menuju acara tersebut. Ada yang mengatakan bahwa diikuti saja, dibawa senang dan santai, iya, saya akan mencoba, toh acara ini akhirnya yang akan membuat saya dikunjungi mama dan keponakan kesayangan saya :))) *lil bit egois memang* tapi membuang2 uang hanya untuk sebuah pengakuan memang sampai sekarang masih belum terlalu meresap ke pemikiran saya... yah sekali lagi, nikmati saja perbedaan budayanya, nikmati saja perbedaan cara pandangnya...toh saya juga yang memutuskan untuk mau dinikahi oleh mantan pacar saya ini :D

Persiapan yang mendadak membuat saya tidak terlalu tahu mengenai kebaya yang akan saya pakai di acara ini nanti karena begitu sudah ada tanggal, saya hubungi mama dan mama kontak tante Hartoyo yang sangat lihai membuatkan kebaya, yup, kebaya saya mulai dari wisuda S1, acara langkahan, nikahan adek, wisuda S2, pernikahan, resepsi, kebaya apapun yang menjahitkan ya tante Hartoyo ini. yang saya tahu adalah warnanya dominan merah dan emas :D Ada cerita yang cukup seru kalau mengingat kebaya pernikahan saya tahun 2012 lalu yang didominasi warna coklat dan keemasan ini. Jadi inget 1,5 tahun lalu :)

Pemilihan model berdasarkan instingnya mama, permintaan saya kalau leher kebuka dan keliatan punggung plus chit-chat sama tante Hartoyo sebagai pemberi masukan, lumayan banyak perubahan sih sebenernya dari model awal sampai model akhirnya, tapi tentu saja saya syuka syekali hasil akhirnya ini :) Kebaya ini baru dikirim jam 11 malem, 7 jam sebelum hari H hohoho heboh ora..lucuya antara saya dan mama ngga ada yang inget kalau kebaya ini belum dikirim karena kita juga lagi sibuk siapin acara sejenis midodareni di rumah. Pas tante Hartoyo dateng, baru deh pada 'ngeh' kalau belum fitting terakhir, ada beberapa yang masih kurang pas sih, tapi minor aja bisa langsung dibetulkan di rumah saat itu juga :D Acara di rumah selesai jam 2 pagi termasuk pulangnya para tamu, fitting kebaya, padahal jam 3.30 Mba Yuni dari Priscilla Bridal udah stadby untuk make up, sempet ketir2 bakalan mabok dan mukanya jadi aneh karena kurang tidur, ternyataaa power of make up bekerja hehehe..tapi kalau dari hasil baca-baca, ternyata di balik makna malam Midodareni itu adalah malam turunnya bidadari yang akan menyertai pengantin wanita dan turunnya lewat tengah malam, makanya sebaiknya tidak tidur sebelum itu hihihihi ini penghiburan mitos yaaa boleh percaya ga percaya...tapi bersyukur sih sama penyertaan Tuhan dari awal, segalanya kaya bisa pas gitu, bisa jaga senyum, matanya ga sembab dan ga pingsan selama acara, ngantuk aja engga :) dan yang penting lancar jaya :p
Perubahan pertama, di awal ini kebaya cuma sebatas mata kaki saja, jadi setara sama jariknya...Apa daya pada saat fitting, saya yang bohay ini semakin membantet dengan model yang seperti itu :))))) pengantin mana pula yang mau jadi penganten bantet *mengingkari kenyataan kalau emang pendek :p* akhirnya si tante usulkan kalau ditarik dikasih ekor aja...nah loh nah loh, kebaya udah jadi gimana ngekorinnya daan kainnya udah habis dong yaaa, agak boros karena banyak dipake buat tempelan2 aja bunga2nya...dan itu beli di jogja dong yaaa...eits, dengan kreatifnya, tante Hartoyo bisa dong cari kain dengan warna senada di waktu mendesak, seminggu sebelum hari H >.< makasih tante, you are my hero deh, makin laris manis jahitannya :)
Taraaaaaa, inilah jadinya ekornya hihihihi, kebaya yang udah jadi dipecahlah itu,,,jadinya emang beda kan sama yang dari awal udah disediakan dan direncanakan untuk pakai ekor...kalau si tante sebagai penjahit ya nyesel abis karena itu pecahan keliatan banget, bahkan pas liat-liat fotonya doi masih komentar tentang betapa seharusnya ekor itu ga mecah tapi nyambung dengan halusnya hahahaha,,,itu dari sisi penjahitnya kalau dari sisi saya ga masalah sih, karena lebih keliatan ngembang sebelum mencapai ekor yang paling bawah, jadi engga langsung mlorot jatuh langsung gitu... Nih, ga terlalu kelihatan kan kalau bunga-bunganya beda? yang bagian ekor bunganya lebih rapet n kecil2 dan ga ada lapisan benang keemasannya jadi pure cokelat aja warnanya, but hei, ga ada yang peduli ini, karena dia tampak sejalur ajah :)))
Kalau jahit kebaya emang butuh penjahit khusus ya dan kadang yang cocok sama satu orang belum tentu cocok sama yang lainnya. Nah kalau tante ini udah ngeh betul lekuk tubuh bohay saya :D jadi kebayanya mau dibuat jungkir balik juga enak-enak aja ngikutin gerakan badan saya...kaya ini pas lagi acara lempar daun sirih,  3 untiran sirih pas semua lemparannya tepat ke arah calon suami :) ngga keselempit ketek gitu deh hehhehe. Pengennya kembennya dibolongin juga ngikutin bentuk kebaya, tapi kaya mama ojok bolong-bolong ga sopan di gerejanya >.< yoh, nurut deh..
Lain cerita kebaya lain pula cerita jariknya...lebih romantis lagi, karena jarik ini adalah jarik seserahannya waktu mama di lamar hohoho, jadi umur jariknya lebih tua setahunlah dari umur saya :D baru dipake dan dijahitkan sekalian, mengharukan memang... tapi, entah karena sudah agak berumur atau karena memang rapet jahitannya, maka pas dipakain untuk jongkok di bagian jahitan suwiran lututnya agak 'krek' sobekkkkk, kejadiannya pas ini nih, pas acara injak telur (padahal telurnya ya diplastikin ga kotor ama, mbok ga usah dicuci hohohoho yaaa namanya ikut adat, biar sesakses apapun tetep hormat dan melayani suami gitu deh intinya, bener kan?) Robekannya kecil sih, ga keliatan juga, tapi dengan robekan di awal ini jadi enak pas sungkem2 ga robek lagi hehehe...tipsnya : pada saat fitting jangan lupa pose jongkok or sungkem untuk tahu ukuran ketajaman lutut kita :D Ga terlalu jelas, tapi bisa dilihat ga ya itu sepatu saya juga dibikin khusus loh, diambil dari kain yang sama kaya kain kebaya...ini idenya mama biar senada seirama, i love you mom :*
Sayang ya ngga ada bridesmaid yang bisa benerin ekornya pas pose ini hehehe, jadi kan biar bisa lebih ngembang dan imbang gitu :p tapi gapapalah, udah bagus merata, daripada nyerimpet...saya ga kepikiran untuk nyamain dengan beskapnya suami, untungnya salon sewa langganannya pakde punya warna kuning dan coklat yang senada, iya, nyocokinnya cuma bilang warna aja...kami di pihak wanita baru tau apa yang dipakai suami pas di hari H karena pas fitting punya suami agak ga cocok trus habis tu kan udah ga boleh ketemuan lagi dan suami juga belum tahu kan warna kebayanya...jadi amaze aja pas ketemuan pagi sebelum gereja itu ternyata kita bisa senada seirama warna bajunya :D *jangan ditiru ya, pengantin cewek dan cowok sebaiknya fitting bersamaan karena belum tentu kebetulan seperti ini terjadi lagi hehehe, kalau warnanya nyelenthang kan yo agak gimanaaa gitu :) Kalung dan hiasan kepala juga dipilih pagi-pagi di acara dandan itu, preman banget deh acara ini, puji Tuhan semuanya bisa looks fit sama kebayanya, jadi ga malu-maluinlah pengantinnya :D Kalau hiasan melati dan kalung melatinya suami emang sudah dipesan,,,hmmm perpaduan harum melati dan bunga sedap malam emang syurrrrr, ademmm banget..iya mayoritas bunga memang saya requestnya sedap malam soalnya ngefans bgt sama sederhananya tapi harumnyaaaaa hmmmm...
Kalau mau dibilang, kayanya saya sama suami yang jadi manten nakal, lompat sana lari sana sini, mana ada duduk di kursi manten hehehe, kita yang datengin tamu-tamunya untuk salaman, dan ini ternyata kata mama berkesan banget karena selang beberapa minggu masih dipuji-puji sistemnya *pengantinnya ikut ge-er* fungsi lain ekornya gini nih, bisa dipake properti pose foto hahaha kalau liat ini agak aneh, masih banyak tamu yang dateng malah heboh sendiri nyoba2 pose >.< rindu bebas seperti ini, karena sepertinya yang untuk acara adat di akhir Juni ini sudah disiapkan pelaminan, jadi, mari kita siap-siap jadi manten yang duduk manis dan jadi tontonan :D ya paling ngga bisalah ngerasain dua duanya, jadi manten yang gerak-gerak dan yang dipajang...mencoba menikmati setiap momen..kalau kata Joyce Meyer : enjoy everyday life..yuk mariii....

June 30, 2011

keriwehan dress Brokat dan Satin ^^v

salah seorang teman merayakan pernikahannya di bulan juni ini tepatnya tanggal 25 juni 2011...selamat membentuk keluarga dalam DIA ya mba Nia dan mas Titto ^^ terimakasih juga sudah menyediakan jatah kain untuk kami2 ini ...yup benar, 2 bulan yll (kalau tidak salah) mba nia memang menyediakan budget untuk kami (berempat) dan akhirnya pilihan jatuh pada kain brokat merah hati dipadupadankan dengan satin merah muda....perpaduan warnanya unik dan menyegarkan sih pada saat itu...jadinya sangat tidak terduga karena tanpa diduga 2 org dari kami membuatnya sebagai dress dan dua lainnya memasangkan dengan kebaya...hmmm semakin terlihatlah kekompakannya meskipun tak disengaja hoooo

2 kebaya brokat dengan kain dan 2 brokat dipadukan dengan dress d^^b
kami pun terutama saya dan icha sangat bersemangat mencari desain baju yg kemudian diakhiri dengan pencarian penjahit, dari referensi bbrp teman dipilihlah seorang penjahit di daerah nologaten....daaannnn hasilnya memang cenderung jauh dari yg diharapkan, tidak sesuai dengan yg dijanjikan...secara keseluruhan mungkin tidak terlalu tampak, hanya saja : DON"T LOOK on THE DETAIL yaaa...maksudnya adalah detail yg kecil seperti misalnya kualitas jahitan, benang yang serabutan, ujung kanan-kiri yg ga sepadan, ukuran yg kebesaran (dan secara otomatis ukuran saya yg berubah menjadi 1,5 x lebih besarr heehehehee,,,maaf tidak bermaksud penipuan publik, itu adalah kesalahan tak terelakkan >,<) dengan blablabla yg lainnya termasuk kekecewaan bahwa kemungkinan yg menjahit pesenanan kami bukan si penjahit sendiri melainkan asisten2 yg baru belajarr, akhinya kami menghibur diri selama bagus di foto okelah ahahahaaa...memang narsis :D lah gimana, wong saya akhirnya meninggalkan dres tersebut dan ngga diambil sampai 2 hari sblm hari H (pdhl jahitnya udah sebulan lebih loh :) penghiburannya adalah seperti itu aja, lagipula bersyukur bisa berkumpul bersama juga untuk ada di masa bahagia salah seorang teman,,,,,sebagai ucapan doa juga kan kami mengadakan perseragaman ini :D 

diantara yg ga sesuai, tetep aja ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kejadian ini :
1. pastikan sang penjahit mengerti benar apa yang kita inginkan dan bener2 cerewet aja pada saat fitting karena masih ada waktu untuk merevisi kesalahan2 yg ada....wong kita bayar juga ya toh?
2. jgn pilih satin yg mudah brudul dan sangat mudah disobek, karena pada saat distrika jadi bruntus2 apalagi kalau jahitnya ga bener keliatan bgt kesalahan jahitannya...yaahh ini salah kami juga sih wong belinya juga yg diskonan :D eits jangan salah juga sih, di nikahan melda tahun lalu kami juga belinya diskonan di jalan Solo sbg surga kain diskon :p hanya perhatikan kualitas kainnya yaaaaa.....
3. kalau ada kesalahan yang bisa diperbaiki silahkan berkreasi dengan apa yg ada di benak anda masing2...seperti yang dilakukan icha, pd 2 hari sebelum hari H masih nyari penjahit lagi untuk bikin obi sebagai penyempurna ketidaksempurnaan yg ada daaaannn oh my itu aja masih bermasalah dg penjahitnya hehehee, sepertinya kursus menjahit tampak menjanjikan untuk saat itu >,< di malam terakhir aja masih masang2 bunga2 karena bunga yg dijahitkan ngga sesuai harapan :p

pose perbaikan asesoris sambil oceh2 :p smakin mepet waktunya smkn kreatif ^^
4. saya sangat menyukai hal2 yang berbau 2 pieces karena salah satu hobi saya adalah padu padan baju (meskipun pernah di protes sama bernat karena kadang warnanya ga jelas, tp cm sekali aja ko kan tergantung selera kan yaaa??? *ngeles* :) nah ini bisa jadi solusi banget karena kalau ada kesalahan kadang itu tidak terjadi di semua hal, keriwehan yang terjadi adalah di dress satinnya bukan di kebaya brokatnya karena saya mendesainnya 2 pieces tadi daaaaannn so pasti bisa dipadupadankan dg baju2 lain yg saya punya, seperti iniii :

with ichaa
melda w/ the other style ^^
awalnya dipasangkan dengan dress pink dan kemudian akan bisa dipasangkan dengan apa saja, semisal seperti yang dipakai melda dg tank top plus jarik atau bahkan kalau mau lebih casual bisa dg jeans...dan serunya dalemannya bisa diganti2 sesuai dengan mood ^^v
5. kalau dihitung2 sebenernya lebih murah langsung beli jadi yaa...tapi nilai emosionalnya (termasuk energi untuk ngomel2 :) bisa membuat suatu baju lebih bermakna kookk heheee,,,jadi mungkin saya tidak akan kapok ngasih kain untuk yang akan berpartisipasi di pernikahan sayaaaa :p kapankah itu akan terjadiii?? we'll seee heheehe...well ladies, silahkan siap2 bikin kreasi dg kain masing2 yaaa....--> ke.pe.de.an :D amiinnn