Showing posts with label ulasan makanan. Show all posts
Showing posts with label ulasan makanan. Show all posts

November 26, 2018

5 Rekomendasi Tempat Kuliner di Batam (+3)


Halo Pembaca Dancinglady08 alias sobat Delight, saya sekarang domisilinya di kota Batam. Jadi kalau ditanya tempat makan favorit saya kasih tahunya ulasan makanan yang di Batam aja ya untuk tema dari blogger perempuan network #BPN30dayChallenge2018, meskipun favorit tetap di Malang dan Jogja sih. Yaaa, hitung-hitung mempromosikan kota tempat tinggal sekarang gitu kan. Siapa tahu sambil menulis kuliner di Batam, saya bisa menambah sedikit rasa betah di kota Batam ini. Sekalian relaksasi gitu dengan cara menulis.

Meskipun di Batam, sebenarnya selera saya ngga jauh-jauh dari masakan Jawa jadi tetap nyarinya yang sesuai lidah saya ahahaha. Puji Tuhan dapat suami yang sudah merantau ke Jogja dan suka sama cita rasa makanan Jawa. Eh tapi suami saya sih cocok sama semua makanan ding ahahaha, jadi aman. Malah dia yang selalu menyesuaikan, katanya biar istrinya nafsu makan. Uwuwuw manis yaaa.

Bakso Solo Marem. Sebagai seorang Aremawati, saya suka banget sama bakso dan mie ayam. Nah di Batam susah nih cari bakso dan mie ayam yang cucok. Dulu pernah ada di daerah belakang Nagoya City Walk, tapi udahlah jauh-jauh ke sana eh seringnya tutup tak terduga. Setelah itu nemu deh ini bakso. Terletak di daerah Batu Ampar, jalan Duyung. Lucunya loh ini deket sama kantor suami tapi malah baru akhir-akhir ini ketauan ada hidden gem  di kota Batam. Palayanan ramah, cepat, enak, rasa stabil, malam tetap buka, kuah bening, fresh, ngga amis, ngga berminyak meskipun banyak tetelan. Ya ampun, nulis beginian aja saya nelen ludah hehehe. Harga bersahabat buanget, porsi bikin perut bahagia. Ngga pernah bosen sama bakso di sini.

Crazy Fried Chicken. Di tengah maraknya ayam geprek, ini yang rasanya paling menari-nari di lidah. Karena sambal bawang gepreknya ngga uma cabe diuleg aja, tapi gurih bumbunya. Pedesnya pun mantap ngga mengecewakan. Terletak di ruko KDA junction di deretannya Sun Bread Batam Center, menu ayam geprek level 5nya sangat bisa jadi alternatif kalau lagi pengen menggoyang lidah dengan yang pedes-pedes. Kalau level 10 saya ngga kuat hahaha, jadinya pun ngga bisa dinikmati.


Morning Bakery. Ada banyak outletnya di Batam, karena Morning Bakery ini salah satu kuliner khas kota Batam yang umurnya sudah tua banget. Pas suami masih SD katanya suka makan burgernya yang harganya Rp. 250 hehehe. Dia bisa mempertahankan sampai sekarang sampai memiliki banyak outlet. Namun, favorit dan kecintaan saya adalah outlet yang di Kepri Mall. Kenapa? Karena Mie ayamnya adalah Mie Ayam Arum Bandung yang cucok buanget sama selera saya, yaitu Mie yang tipis dan lembut tanpa bumbu aneh-aneh. Pilihan menu favorit saya lainnya yaitu fried chickennya yang porsi besar. Selain itu, kopi susunya menurut saya di sini racikannya paling pas. Selain pelayanan yang cepat (kalau ini hampir standar sih di semua outletnya dia adalah tempatnya yang luas dan nyaman buat kongkow lama-lama. Saya sukanya di lantai dua soalnya no smoking area dan ademmm. Soal harga, sesuai buanget sama rasa dan porsinya. Ga akan menyesal mau pesen menu apa aja.


Warung Makan Pantura. Kalau ini terletak di ruko dekat perumahan Bida Asri 2 Batam Center. Dia tuh ya, asli masakan Jawa yang njawani banget. Penjualnya ramah, harganya murah meriah dannn lauknya selalu fresh. Kalau lagi ngga masak bisa banget bungkus lauk pauk dari warung ini. kadang-kadang kalau lagi ada panen, si ibu suka bikin oseng jantung pisang alias ontong yang pedes dan endes buanget.

Ayam Taliwang Jodoh. Kalau dari pasar Jodoh dia ke arah Planet Hotel, di sebelah kiri jalan setelah Morning Bakery. Rasa ayam bakar Taliwangnya hmmmmmm, malah mengingatkan sama ayam bakar pas saya tinggal di Pare. Seporsi harganya 27 ribu rupiah udah puasss dan rasanya dari awal nyoba sampai sekarang tetap stabil enaknya. Ayamnya matang sampai dalam dan bumbunya ga pelit. Sambelnya pun mumpuni pedasnya. Enaklah pokoknya, ga rugi jauh-jauh dari Batam Center cuma makan si ayam taliwang kesayangan ini.
Nasi Goreng Arang. Terletak di seberang Universitas Batam, nasi goreng arang ini bener-bener masih di gorang di tungku arang. Nemunya ngga sengaja pas lagi lewat cari fotocopyan. Menu paling favoritnya nasi mawut pedes pakai ati ampela. Maknyusss. Aroma arangnya bikin nilai plus. Ke sini pas buka aja ya, soalnya kalau sudah jam makan kudu sabar antriiii. Apa daya saya tidak sabar ahahaha, jadinya ya selalu datang awal.

Seafood Jawa-Melayu Tanjung Piayu. Restoran di atas laut yang menyediakan menu seafood segar, mau dimasak apa aja juga enak. Asal jangan ke sini pas jam makan siang, pasti ruame. Apalagi Sabtu dan Minggu pasti sudah banyak meja yang di pesan. Menu favorit adalah kepiting saus pedas, gong-gong, udang goreng tepung dan rajungan rebus. Harga termasuk sangat murah dibandingkan dengan rumah makan sejenis lainnya. Pelayanan cepat dan karena di di udara terbuka jadi seger aja sih menikmati seafood sambil memandang laut.

Mie Tarempa. Ada banyak restoran mie tarempa di Batam, tapi yang pualing enak dan favorit ya yang di depan Panasonic Batam Center. Awalnya ngga suka dengan menunya karena ada bumbu khusus yang nyegrak di hidung. Eh, lama-lama enak juga hehehe. Selalu ramai dari jam sarapan sampai jam makan malam. Untuk oleh-oleh menu Luti Gendang produksi Mie Tarempa Batam Center ini yang paling top markotop. Mama dan bude-bude saya aja favorit banget. Ga perlu oleh-oleh cake artis atau cake kekinian, dibawain berdus-dus luti gendang setengah matang aja udah pada bahagia. Nanti kalau makan tinggal dipanasin. Disimpan di freezer biar awet. Luti gendang itu semacam panada tapi dia bentuknya bulat-bulat. Enak deh buat cemilan.
Eh, jadinya delapan tempat, gapapa ya, itu aja masih pengen nambahin yang lainnya lagi hehehe. Sobat Delight, jangan kuatir kalau ke Batam, sangat mudah sekali menemukan makanan halal dan segar. Apalagi seafoodnya, nyamiiiii. Jangan pernah lewatkan menu gong-gong, pasti ketagihan buat yang suka seafood. Asal tahu tempatnya pasti ngga akan rugiii. Mau yang lebih variatif lagi? Lebih buanyak lagi? Cus go follow akun instagramnya koko terbaik sekota Batam @batamliciouz. Tinggal pilih deh. Salam Delight.

October 12, 2018

Makan bakso di Batam : Bakso Solo Marem Batam

Halo sobat pembaca, ada yang sedang di Batam dan mencari kuliner alternatif makanan bakso? Saya punya nih rekomendasi bakso yang enak dicoba. Namanya Bakso Solo Marem yang bertempat di kawasan industri Batu Ampar.


Ini dia penampakan ancer-ancer lokasinya. Dari simpang Melcem lurus sedikit, belok kanan, langsung lihat ke kanan kelihatan deh warungnya besar. Tempatnya sudah ada di google maps jadi sangat mudah dicari. Dia buka menuju jam 12 siang, biasanya akan ramai di jam makan siang dan jam makan malam. Saya pernah datang ke sini jam 8 malam. Daaaannnnn tidak mengecewakan karena porsinya masih ada, masih ramai, rasanya tetap seperti siang dimana kuahnya juga masih segarrrr. Ga kecele deh dah jauh-jauh dari Batam Center ke Batu Ampar demi semangkuk bakso solo marem idola. 


Harganya sangat-sangat terjangkau. Untuk seporsi bakso campur hanya dihargai 17 ribu rupiah (meningkat sampai ke 25 ribu ya tergantung pilihannya). Harga termahalnya disesuaikan dengan tambahan-tambahan yang bisa kita minta sendiri ke penjualnya.
Namun, untuk harga yang termasuk murah, kualitas daging dan rasanya tidak murahan loh. Sangat berkualitas. Dagingnya lembut untuk bakso halusnya, urat yang benar-benar mengurat untuk bakso uratnya dan telur yang segar (alias tidak digoreng dulu) untuk bakso telurnya. Kalau untuk mie ayam dia sejenis mie ayam jawa (di foto ketiga di bawah ini, mienya sampai ketutup sama ayam dan baksonya), tapi saya tidak akan memberikan review karena mie.nya favorit suami saya. Saya favoritnya sama gerombolan baksonya. 



Di Bakso Solo Marem ini juga disediakan lontong loh sobat pembaca. Padahal biasanya lontong ditemui di bakso Malang kan? Nah,ini bisa membuat kenyang kalau seporsi bakso masih kurang. Lontongnya enak dan lembut tapi tidak benyek. Satu bungkusnya dihargai 3 ribu rupiah.

Kuah bakso ini meskipun aromanya daging banget, tapi rasanya sangat ringan. Bukan kuah yang berminyak dan malah bikin seret saat makan. Kalau beruntung bisa dapat tetelan yang maknyuuus.


Perpaduan antara porsi yang besar dan rasa yang enak membuat Bakso Solo Marem ini saya rekomendasikan sebagai alternatif kuliner Batam yang mumpuni untuk dinikmati baik bersama teman maupun keluarga. Bakso Solo Marem Batam habis makan pasti langsung marem hehehe.

July 21, 2018

Makan Ayam Goreng di Batam : Indian Fried Chicken (Kuliner Batam)

(12/10/18) Halo sobat pembaca, mau Update : sekarang si Indian ini namanya udah ganti menjadi CRAZY fried chicken ya. Menu, tempat, rasa, bahkan mbak-mbak yg layanin juga masih sama :D. Alasannya kenapa waktu ditanyain mba2nya cuma kasih senyum hihihi. Gapapalah, yang penting masih bisa jadi pilihan makan ayam geprek favorit.

Di tengah maraknya menu ayam goreng yang digeprek alias ayam geprek, di antara banyak pilihan ada satu tempat yang menurut saya layak coba dan tidak membosankan. Selain karena bumbu fried chickennya enak, sambal bawang yang dibuat untuk geprekannya pun paduan bumbunya enak. Tidak cuma sekedar cabai setan yang diuleg tetapi ada rasa gurih yang menyenangkan. Namanya, yaitu INDIAN FRIED CHICKEN yang terletak di Ruko Tunas Bizpark Block B No. 26 KDA (0821.7315.2020) Batam Center. Ancer-ancer lebih jelasnya adalah dia sederetan dengan TOP 100 dan toko kue Olehlo, nanti kelihatan yang warnanya merah merona. Di lantai duanya tempat makannya lebih cozzy bisa untuk dipesan untuk merayakan acara tertentu.
Menunya banyak pilihan, tapi favorit tetap si ayam geprek :) harganya juga tidak terlalu mahal, tapi masih ditambah pajak 10% (sudah ditambah pajak pun yang paha atas masih di kisaran Rp. 18.700 kok). Untuk pilihan levelnya sih di 5 sudah pedes ya, kalau suami 10 baru terasa pedas, jadi ya kembali ke selera masing-masing.
Ini menu paketannya, sudah dapat 1 gelas air mineral. Pilihan minuman lainnya juga banyak, jadi bisa menambah di luar harga paket. Buat jaga-jaga kalau kepedesan :)
Variasi menunya adalah tambahan telur orak-arik seperti ini. Jadi paket ayam geprek Indian Fried Chicken plus Telur. 
Indian Fried Chicken Paket Ayam Geprek Telur ini saya sukaaa. Telurnya lembut dan tidak asin. Mereka juga mau kalau dibilang tidak pakai garam tidak pakai vetsin. Kadang-kadang kan ada ya yang kalau dibilang tanpa vetsin eh garamnya tetep dikasih, ya sami mawon >.< Menurut saya, rasa geprekan ini terbaiklah, jauh banget dibandingkan rasanya yang pakai nama artis. Dari luar seringnya kelihatan sepi, tapi kadang sudah habis karena banyak yang order online atau order dus-dusan. Ini berdasarkan pengamatan saya, kalau makan di tempat pun enak, ga terlalu ramai. Monggo dicoba :)

July 17, 2018

Makan Bakso di Batam : Bakso Gres (Kuliner Batam)

Salah satu bakso yang tidak membosankan dan bahkan seminggu bisa dua kali makan di sini meskipun lokasinya cukup jauh dari rumah adalah Bakso Gres. Selain menu bakso ada mie ayam dan indomie. Beberapa waktu yang lalu ada macam-macam menu lauk dan nasi, tetapi terakhir ke sini menunya sudah tidak ada lagi, yaaa, bukan kerugian buat saya juga sih hehehe karena kalau ke sini sudah pasti pesannya bakso dan suami saya mie ayam bakso :D Soal harga, dia ini termasuk murah meriah, makanan antara 10-20 ribu, minuman 4-8 ribu, ya palingan nambah 2ribu buat parkiran. 
Gampang banget sih nyari bakso Gres ini, setelah dia pindah lokasi di lokasi yang sekarang ini lebih besar, bersih dan enak area parkirnya. Paling gampangnya setelah dari Lucky Plaza, belokan pertama ke kiri yang jalan satu arah itu udah deh, telusuri aja langsung kelihatan di ruko-ruko bagian kiri jalan yang paling pojok. Suasananya enak, sering muterin lagu Jawa atau kalau ngga koplo-an gitu memeriahkan suasana. Kalau lagi ngga setel musik biasanya ada siaran di televisi kecilnya.
Ini penampakan porsi bakso urat pakai mie putih dan mie kuning. Mienya enak loh, lembut ngga bau ibat, makanya saya mau. Biasanya kalau mienya udah aneh, lebih enak bakso kosong aja, tapi ini enak meskipun cuma dua suapan doang porsi mienya hehehe. Harusnya bakso kecilnya ada 3 biji, yang satu mendelep di bawah >.< pangsit gorengnya ada yang bentuk pangsit ada yang bentuk bakso kecil, biasanya orang-orang (termasuk saya) suka nambah porsi gorengannya ini. Tinggal minta aja ke mas-masnya yang baik hati, ada bapak-bapaknya juga ding. Bisa dilihat kan kuahnya bening dan tidak terlalu berminyak. Meskipun terkadang keikutan lemak daging tapi tidak amis.
Ini penampakan kalau ngga pakai mie dan pas gorengannya lagi habis hehehe. Sekali lagi entah kenapa suka lupa munculin si bakso kecil itu hihihi, isinya tetap 3 butir ya. Sebenernya selain bakso urat ada pilihan bakso telur, tapi saya ndak suka, suami yang suka. jadi isinya apa tergantung selera kita. mau cuma bakso kecil aja bisa juga kok. Customer yang datang sama anak-anaknya biasanya ordernya bakso kosong yang isinya cuma bulat kecil ini.
Kalau ini penampakan mie ayam plus bakso telur favoritnya suami. Di area baksonya kelihatan sedikit kan ya kuning telurnya itu. Mienya kecil agak kenyal, bumbu ayamnya enak berasa Jawanya. Kuahnya bening tidak terlalu berminyak dan tidak amis meskipun  ada lemak dagingnya.
Ini sambel favoriiiitttt kalau makan bakso atau mie ayam. Secara ya kebanyakan di Batam ini kan sambel cabenya pakai yang cabai hijau, jadi gak langu. Tapi kalau cabai merah hummmmm maknyus cucok rasanya :D 

July 11, 2018

Makan Bakso di Batam : Bakso Kota Cak Man BCS Mall (Kuliner Batam)

Sebagai kera Ngalam, tentu saja bakso menjadi salah satu menu favorit saya. Suka sebel deh kalau ada yang judulnya Bakwan Malang tapi cuma dari tepung kanji X))) Nah, menemukan Bakso Kota Cak Man ini di BCS mall, ada di lantai dasar (selantai dengan ATM center) dan di lantai 3, saya jadi merasa menemukan harta karun ahahaha. Ya gimana, yang sering ditemui adalah bakso yang minyaknya banyak alias kuahnya berminyak buanget.

Di Bakso Kota Cak Man bisa pilih berbagai macam bakso dan pelengkapnya. Bakso favorit : bakso halus, bakso isi rawit, urat, bakso goreng, lontong dan sate paru. Kalau suami sebelum ketahuan alerginya selalu ambil bakso isi telur. Kuahnya bening, tidak amis. Sambalnya keseringan rawit hijau sih, padahal kan enaknya rawit merah ya. Kadang ada saos tomat yang merah khas bakso Malang itu, tapi keseringan juga ga ada. Kalau pas ada saus merahnya itu, saya pasti racik sambel cabe+saos merah+kecap. Tinggal dicocol-cocol deh. Counter bakso Cak Man yang menjadi favorit saya adalh yang terletak di lantai 3 BCS Mall Batam karena menunya ngga cuma bakso, lengkap ada penyetan juga. Pilihan minumannya juga banyak, ada es buah dan es kacang merah juga. Harganya dihitung satuan, range antara Rp 5.000 - Rp. 10.000, jadi tergantung ya, kalau kalap bisa aja dicomot semua >.< 


Ini tampilan saus merahnya. 
Minimal bisa ngilangin kangennya sama
abang tukang bakso di Malang :D

Ini etalase yang di lantai dasar, deket ATM center.

March 17, 2018

Makan Bebek di Batam : Bebek Goreng H. Slamet (Kuliner Batam)

Tidak terasa, bulan depan sudah 4 tahun saya tinggal di Batam. Salah satu adaptasi yang cukup lama saya hadapi adalah berhubungan dengan makanan. Di sini bumbu-bumbu dan rempah-rempah yang digunakan di masakannya sangat kuat. Saya yang sensitif dengan bau menjadi kurang selera. Sebelum blusukan seperti sekarang dan punya tempat makan favorit, Bebek Goreng Pak (Haji) Slamet adalah satu-satunya penyelamat supaya saya mau makan :D 

Rumah makan yang khas dengan warna hijaunya ini terletak di seberang BCS mall, jadi cukup mencolok karena juga terletak di pinggir jalan. Selain itu ya karena menu yang paling familiar, lah wong jadi jajanan juga saat di Jogja. Di jalan Affandi (Gejayan) tempatnya tidak pernah sepi. Kalau lauk, saya dan suami cenderung ganti-ganti antara :

- Bebek goreng
- Ayam goreng
- Ceker ayam goreng
- plus sayurnya gantian antara :
daun pepaya rebus dan ca terong

Suami saya juga sabar banget ngga bosen ngikutin kemauan saya :D Pernah seminggu full maunya kesini aja. Ngga masak, ngga mau menu lain (ps : sebelum menjelajah Batam dan masih marah sama kota ini :D). Lauk boleh berganti, tapi yang membuat saya bisa memiliki nafsu makan adalah SAMBAL KOREK atau sambal bawangnya.

*Tips : kalau ke sini sebaiknya sediakan uang receh ya, untuk mengantisipasi hitungan yang tidak genap. Kasirnya kebiasaan banget tidak pernah meminta maaf kalau kembalian kurang. Ya padahal kalaupun kurang ya sudah, tapi saya pernah Rp. 800 ybs tidak merasa kurang, cuek aja. Bagi yang lain mungkin tidak seberapa ya, tapi kalau keseringan dan tidak ada sopan santun kata-kata pengantarnya ya kan saya sebel xD Biasanya kalau ada pelayanan yang kurang sreg gini saya males balik, tapi berhubung pelayanan yang lain masih ramah, cepat, rasa stabil (jangan sungkan juga minta ganti kalau bebek yang dateng rontok dagingnya alias kebanyakan tulangnya, mau kok diganti) dan dekat jadinya ya gitu deh, masih datang dengan saya antisipasi aja bawa recehan :)))

Dulu masih gratis sih kalau nambah, sekarang sudah membayar Rp. 1.000,- 
setiap satu cepuk kecil seperti ini :)


Cekernya seporsi-seporsi biar ga rebutan :D
Belum bisa nih masak ceker kaya gini.

April 28, 2016

Angkringan di Batam : Angkringan Jogja (Kuliner Batam)

Sebagai alumninya Ngayogyakarto, apalah saya ini kalau ngga demen sama angkringan, solusinya anak kos ketika malem dan lapar melanda tapi ngga pengen ke burjo karena porsi angkringan yang imut. Jadi sadar kenapa waktu di Jogja badannya melar,nasi kucingnya sih sebungkus dua bungkus sudah cukup, ubo rampe alias lauk pendampingnya itu yang buanyak hehehe. Dulu awal-awal di Batam Center pada ngarahinnya ke angkringan komplek perumahan Duta Mas, tapi kembali lagi ke masalah selera dan rasa dan harga akhirnya saya sama suami cuma sekali aja jajan di situ. Selalu rame sih tempatnya,tapi ya kami punya pilihan lain yang lebih cucoook.

Kemudian nemu di komplek ruko Bida Asri II sederetan sama Kimia Farma, depannya fotocopyan,pokonya daerah depannya Universitas Batam (Uniba). Tempatnya kecil dan gelap makanya belum pernah moto.in lagi, agak malu pakai flash (yeay saya punya malu ahahaha). Selain jual angkringan dia juga jual soto ayam,enak seger dan bening kuahnya. Pas pertama nemu ini,hampir setiap hari ke situ,sampe penjualnya hapal, sama-sama dari Jawa kalau ngobrol ya pakai bahasa Jawa,ditimpali sama suami saya yang sok Jawa hehehe.

Daaaannn awal tahun ini nemu tempat iniiii,,,lebih juara dari yang di depan Uniba,selain karena variasi pilihan lauknya lebih buanyaaakk,juga karena harganya lebih murah dibandingkan Batam Center. Tempatnya di dalam terminal lama arah Tanjung Piayu. Pas di perempatan lampu merah Panbill Mall, belok ke kiri lurus aja lihat sebelah kiri nanti dia kelihatan gonjreng. Ya meskipun sebenernya buat kami harganya tetep aja karena ongkos bensin ke sananya ahahaha tapi demi kenikmatan mulut segala cara ditempuh. As they say : happy tummy happy me. Untungnya punya suami kompak seleranya :)
Nih, gonjreng kan depannya, biasanya sih sekalian ada mobilnya yang punya warna hijau sebagai penanda. Paling aman ke sini jam 6.30 ke ataslah. Ada beberapa angkringan,tapi dia ini yang paling besar dan terang tempatnya (karena pas di bawah lampu jalan,ya remang-remang menuju teranglah)

Penampakannya kalau dari samping...jadi sepanjang trotoar kecilnya, sama di seberangnya lagi,cukup banyak mejanya,tapi belum sempet ngitungin, pasti dapet tempatlah pokonya. Cuma, kalau ga nyaman, mending dibungkus aja bawa pulang. Sekilas suasananya agak mengingatkan kaya alun-alun jogja. Bedanya jogja kan rame banget ya,ada odong-odongnya juga, kalau di sini sih sepiii.

Inilah akibatnya kalau datang kecepetan,,,sekitar jam 6anlah,masih belum ditata jadinya ngemper dulu deh. Kadang-kadang nasi kucingnya ada yang isinya nasi gudeg loh, lumayan banget deh buat ngobatin rasa kangen,meskipun porsinya ya porsi imut. 

Jenis satenya banyak pilihan, bahkan sate paru aja ada yang biasa sama yang pedes. Kalau suami sukanga sate sosis, kalau saya ketagihan banget sama sate kerangnya. Bisa nahan diri karena ingat kolesterol ahahaha. Sebagian besar satenya rasanya pedas, sambel terinya juga pedeshh. Sate @2000an, nasi @2000an juga, bihun dan capjae (beneran kaya dr jogja tepung gitu tp enak) @2500an, nasi gudeg @6000, gorengan @1000an.

Kalau ini intermezo aja sih,,,lauk pendamping cilok kuah gitu 5000an seporsi. Orangnya jualan di sebelah warung angkringan persis dan laris manis. Saya pribadi lebih suka ngga pake kuah, jd cuma cilok pake kecap plus sambel diublek-ublek gitu.

April 27, 2016

Makan Mie di Batam : Serba Mie Ayam (Kuliner Batam)

Kalau disuruh pilih nasi atau mie, tentu saja saya lebih memilih mie,,,diapain aja suka,,,nah di Batam ini agak susah mendapatkan mie yang sesuai lidah saya,karena kebanyakan diolahnya pakai bumbu-bumbu lengkap gitu termasuk yang chinese foodnya... Nah,untuk olahan mie ayam, ada beberapa yang saya suka dan kalau ga direm bisa makan mie terus. Catatan : kalau mau lebih bervariasi dah lebih lengkap, jangan lupa mampir ke instagramnya @batamliciouz ya :) 
Saya urutkan dari yang paling favorit.

1. Mie ayam Morning Bakery Kepri Mall. 
Cuma di Kepri Mall ya, kalau Morning Bakery yang lain, mienya ikutan lain,jadi beda-beda.

Namanya Mie Ayam Bandung, bumbunya sederhana banget, baunya wangi, mienya lembut, isi pangsitnya lembut, kuahnya bening, ayamnya kepyur putih gitu, isinya pas kenyangnya. Selalu paling favorit kalau ga sama es teh ya sama es kopi susu. Habis dari Celfit selalu ke sini, ambil meja di lantai di depan kasir (pas standing fan segernya enak, kalau di lantai 1 smoking area jadi tak mau lah yaw). Ya gimana mau cepet kurus kalau habis olahraga ransumnya model begini ahahaha, itu udah disadari banget, tapi mau gimana lagi, sudah semacam menjadi ritual.
Ini ritual lainnya kudu dicampur kecap jadi kaya yamien manis. Mengingatkan sama masa kecil yang tiap tahun liburan kenaikan kelas (jaman saya liburannya sebulan, lamaya) sering dibawa kakak sepupu ke kolam renang mana gitu, habis berenang ordernya yamien manis.

2. Mie Ayam Kendal, di sepanjang jalan deket vihara Nagoya, lurus dikit setelah soto lamongan, sebelahnya bengkel. Pertama diajak ke sini suami saya males banget karena tempatnya puanas pol dan ga seberapa meyakinkan karena spanduk namanya pun sudah robek ngga jelas hehehe.
Tapiiiii begitu nyobain dan ngeliat porsinya yang melebihi ukuran mangkoknya, seringnya malah suami yang lebih dulu ngajak ke sini. Buat dia porsinya pas,tapi buat saya kebanyakan, makanya sering dioper ke suami buar habis. Untuk seharga Rp. 10.000 mie ini termasuk memuaskan, jenis mienya lembut, ayamnya dibumbui dengan pas jadi ga bikin eneg. Juara deh rasanya. Kalau saya suka yang kering tanpa kuah begini...kalau pakai kuah, terasa lebih penuh lagi mangkoknya.
Meskipun ada tulisan baksonya di depan, di warung ini cuma ada mie ayam tok. Pernah nanya kenapa ngga bikin bakso katanya ga sempet, mie aja udah kewalahan. Hehehe bukan nggaya si masnya, kalau pas lagi jamnya,emang ramai dan kalaupun ga ramai, pasti adaaa aja yang bungkus. Kalau tahan agak panas sumuk sedikit mending makan di tempat pas masih panas mengrbul mienya. Lauk tambahan selain krupuk-krupukan adanya suma telur kecap ini, tinggal nambah Rp. 3.000. Seringnya di meja pojokan ada mas-mas yang ngepel-in mie ini sebelum dimasak,mungkin karena ukuran tangan cowok kali ya makanya jatahnya besarrrr...dan mungkin enak karena sudah kena keringetnya masnya ahahahaha *tapi ini enak,beneraaaannnn*

3. Mie Ayam My Mie di deretan food court depan Carefour Kepri Mall
Harganya ngga sampai Rp. 15.000 kecuali kalau pakai tambahan jamur atau bakso ya, porsinya kecil sih tapi lumayanlah buat cemilan sehabis belanja hehehe. Ngga enaknya dia bukanya jam 12 siang, jadi kadang kurang sabar dan teteup ke mie ayam Morning Bakery :)

4. Mie Ayam Bakso Malang Bagelen di BCS mall lantai 1,paling deket kalau masuknya lewat pintu ATM. Langsung keliatan dia standnya di lajur sebelah kanan. Depannya Bean City.
Selain mie biasa,dia juga kasih pilihan mie hijau dari sawi, oranye dari wortel dan agak pink gitu dari buah naga, suami sukanya yang wortel, saya sukanya yang sawi. Mienya biasa aja sih, kalau ga pengen-pengen banget biasanya ke food court lantai 4-nya hehehe.

5. Mie Ayam Bakso Wonogiri, food court BCS Mall lantai 4 paling ujung sendiri
Mienya agak besr, kuahnya berminyak, ayamnya potongannya sih besar-besar. Cuma buat kalau suaminya lagi kepingin aja. Kalau saya kurang suka jenis mie.nya,jadi kalau ke sini pesennya bakso kosongan aja. Saya lebih suka bakso Malang Cak Man di depan counter Bakso Wonogiri ini. Mie ayamnya sejenis inilah but less oily than this one.  Bisa dicoba siapa tau punya selera yang berbeda.

June 15, 2014

Pantai Depok Jogja (Episode Merindu Salah Satu Momen di Yogyakarta)

Kalau sedang merasa 'terdampar' di pulau seberang kaya saya begini, hiburan yang mengembalikan semangat saya selain kalau pas lagi dapet 'proyekan' atau lagi kesambit nyoba resep ya intip-intip social media sejenis facebook, twitter, instagram, blog walking dan chit-chat alias ngeline atau WA. Thanks to technology sekarang bisa koneksi apa aja (asal ga lagi lemot aja sinyalnya) secepat kedipan mata dan bum apa yang pingin kita dapat ya bisa didapat... Termasuk past memories yang melintas saat melakukannya, salah satunya kalau lagi curhat lewat wa sama salah satu sahabat hati kaya gini dan diakhiri dengan : "coba deketan ya, main ke pantai sambil cemil-cemil nunggu sore, nunggu suami pulang kerja seru juga *mimpi*" 

Ya, ya, sahabat saya ini sekarang tinggal di Bali dan dia sangat suka sekali pantai ataupun berkelana sama suami, sedangkan suami saya yang penting ada makanan dan siaran olahraga itu cukup hehehe, beda banget. setelah perbincangan ini saya jadi inget kencan kami terakhir sebelum sama-sama jadi istri adalah juga ke pantai, pantai Depok Yogyakarta. Somehow bersyukur juga sih diajakin kesini, kalau engga seumur2 di Jogja belum tentu saya mlipir ke tempat ini :) 
Pantai bukan tempat favorit saya sebenarnya, karena buat saya pantai/laut itu cerewet, ribut, sibuk, ga tenang, terburu-buru dan pulang-pulang selalu membuat harus ke tempat refleksi atau paling ngga minta dikerokin alias masuk angin >.< ...saya lebih nyaman dengan gunung, sawah, desa, kebon :D hei, tapi tergantung juga sih sama siapanya karena kadang saya rela kerokan asal bersama orang yang tepat :) ini hasil ublek-ublek file lama dan ternyata ketemuuuu, sekitar Agustus atau September 2012 kalau ngga salah ya, sudah hampir 2 tahun yll, pantainya tampak sepi karena memang kami berangkat dari Jogja jam 6 pagi daaaannnnn hebringnya saya nyetir sendiri motornya, masih keinget njaremnya pantat, perjalanan sekitar 45-60 menit lah dari area jakal km 5 dengan kecepatan standar (standar saya :D).
Biasanya kalau lagi di googling ada banyak mainan di pantai ini termasuk motor2an, tapi pagi itu, sepi dan lebih banyak anak-anak atau bayi...saya salut deh sama orang tua yang rela anaknya geluntungan main pasir di pantai Depok ini, karena pasirnya beda sekali dengan pantai biasanya, pasirnya hitam daaaaannn banyak binatang kecil-kecil (lebih lembut dari semut gula) yang merayap iyuuuuuhhhh, saya gagal buka sandal meskipun pasirnya termasuk lembut dan setelah pose-pose bentar langsung cus ke pasar ikannya buat tujuan awal yaitu sarapaann di pantaaii :D liat ga anehnya orang ke pantai masih jaketan? itu sekalian jaga-jaga masyuk angin ya buuukkk hehehehe... *uw, masih agak kurusan jugak
Sepanjang perjalanan ke pasar ikan, banyak warung masih sepi sih karena masih pagi dan beberapa sudut masih tampak berantakan, sayang aja pada saat itu, ngga tau deh sekarang mungkin sudah lebih rapi berhubung pantai Depok udah punya banyak fans :)
Taraaaaaa..ini pasarnya, lebih modern dibandingin meja tempat-tempat naruh ikan yang ada di sepanjang jalan *fotonya blur jadi ga di upload* pagi itu belum smua stand buka tapi ya lumayanlah udah ada yang buka, jadi kamu ngga kuciwa kelaperan :D karena masih pagi seinget saya harganya lumayan murah, ngga perlu nawar terlalu susah, tinggal pilih-pilih ikan dan timbang...Untuk ukuran 3 orang, pagi itu kami agak kalap sih selain karena liat seafood yang seger-seger dan murah meriah...setelah beli, akhirnya tinggal cari warung yang bisa diminta untuk mengelola belanjaan kami ini. Kalau mau sebenernya setiap warung sudah menyediakan menu mereka, tapi lebih seru aja kan kalau belanja sendiri dan tinggal dimasakin, berasa tau kesegaran bahannya. Tiap warung menydiakan beberapa olahan/saus pilihan untuk memasak seafood ini, dan kemudian tambah pesanan nasi dan lalapan atau menu sayuran seperti ca kangkung juga ada. Tinggal tambah ongkos masak dan bahan pelengkapnya. Akhirnya pilihan jatuh ke warung yang namanya warung Ungu kalau ga salah, pokonya ada bau warna gitu deh namanya, tempatnya cukup lapang dan sepi jadi enak buat makan sambil ngobrol.
ini belanjaan pertama kami...kerang hijaauuu..nyuuummmmm, belinya sekilo kalau ga salah...dan bumbunya kami pilih untuk di olah dengan saus asam manis..ini favorit saya, paling banyak habisin yang ini, berasa ga perlu makan pake nasi :D *jadi ngecesss kannn, jadi pengennn, jadi makin kangeenn jogja
Menu kedua favorit adalah kepiting, belinya 3 ekor besar-besar, ini anglenya jelek banget jadi ga keliatan deh gedenya...kami pilih doi dijodohkan dengan saus padang...srupuuuttt pedasss manstaaapp..
Menu ketiga favorit adalah cumi yang pilihnya gorang tepung aja, main aman biar kalau salah masak ga nyesel hehehe, tapi ternyata untuk ukuran asal pilih, warung Ungu ini olahan bumbunya mantap loh, semoga kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ini warung masih ada :)) *itu piringnya besar loh
Menu terakhir si ikan bawal ini dibakar aja, saya biasa aja sama doi, soalnya dari awal belanja dah ngincernya kerang sama kepiting :D ini pilihan temennya mba Diah, yang akhirnya masih sisa 1,5 ekor dibungkus karena kekenyangan :))) sarapan macam apa iniiih, gembul sekali kamiii >.< *merindu masa ini
Nahh..ini si mbak yang suka ngajakin hunting untuk menggembul :) someday semoga ada jodoh kita ketemu lagi yaaa, rindu...cuma ini foto yang cukup bisa menggambarkan gedenya ikannya, kebayang kan kenapa akhirnya ga habis :D kerangnya pun isinya penuh 2 baki plastik ukuran sedang itu...*jadi laper* Semoga bisa jadi rekomendasi untuk mampir di Jogja ya, meskipun ini postingan sangat telat sekali, kejadiannya sudah 2 tahun yang lalu, untungnya masih nemu fotonya :D jadi inget ada momen ini dan memorinya ga akan ilang..hopefully...*yang sedang merindu sudut Jogja*