January 25, 2016

Pro : Anak Bukan Asbak!!

Beberapa hari yang lalu baca tulisannya mba Wiwin tentang suaminya yang berhenti merokok rasanya ikut seneeeng banget. Andai suami saya bisa full berhenti,,,memang sih sekarang sudah tidak full time smoker menurun tingkatannya jadi social smoker, tapi kan sama saja tetaap 'perokok'. Bersyukur iya karena selain bengek ya kadarnya rokoknya jadi berkurang. Cuma tetep sebel kalau suaminya udah nerima tawaran ngerokok (iya sih kalau ga ditawari ga rokokan) tapi tetep ajaaa katanya ga enak kalau nolak apalagi kalau yang nawarin usianya lebih tua, cih. Demi kesehatan sendiri kok ngga enak. Entah ya, saya masih merasa perokok itu egois, mereka yang bikin udara pengap malah mereka juga yang minta permakluman. 

Lucunya di adatnya suami (jangan tersinggung ya yang dari adat yang sama,soalnya saya juga belum nemu dari adat yang lain ada aturan tentang perokokan gini,nanti kalau ada ya saya apdet deh) kalau lagi ada pertemuan yang membahas rencana pesta, sang tuan rumah harus menyediakan stock rokok minimal 3 macam merk rokok. Edyan. Kalau ngga disediakan katanya tuan rumahnya ngga sopan. Tahun kemaren saya mual dan pusing-pusing tiap ada acara keagamaan maupun arisan ataupun cuma kumpul-kumpul aja, karena rumah jadi bauk dan udaranya keliatan banget loh asapnya ngambang-ngambang. Kalau sekarang sudah mulai terbiasa dan selalu berdoa minta roh kudus tutup bungkus rahim dan paru-paru saya terhindar dari paparan jahat asapnya. Tau ngga,meskipun di rumah ngga disediakan asbak, dengan enaknya mereka pakai piring,lepek,gelas aqua,atau malah buang abunya sembarangan (ga aturan emang,tp katanya,katanyaaaaa kudu dihormati). Sampai tahun kemaren sofa kami sudah bolong kena puntung rokok, tapi karena pelakunya sekarang sudah almarhum, ya sudahlah diikhlaskan saja. 

Sudah,itu katanya sudah adatnya,adat yang ngga beradab sih kayanya hehehe,,, Lah wong kalau ada acara keagamaan aja para perokok ini dengan enaknya kebas kebus di area anak-anak. Sedih. Eh, tapi mau cerita yang lebih parah dan menyayat hati lagi? Saya sudah beberapa kali mendatangi ibu-ibu yang baru melahirkan yang masih masuk dalam kerabat keluarga suami saya. Di dalam rumah, para tamunya ngerokok!!!!!!! Entah ya, dimana pikirannya, apa ya ngga ngerti kalau bayi dan ibu habis melahirkan itu rentan? (Eh tapi katanya para pekerja perantau, ya kudunya punya alat buat mikir sih ya, mungkin yang ga dipunya cuma hati) Ya meskipun ibu dan anak ada di dalam kamar, tapi jaraknya seberapa jauh sih dari ruang tamu? Apa ya asep-asep itu ngga akan ngendap? Mungkin otak di rm padang lagi laris manis jadinya ya dijual dulu buat beli rokok >.< Ada loh yang lebih tega lagi, pas pada mau pamit tangan kanannya towel-towel pipi bayi dan tangan kirinya pegang rokok di belakang punggungnya!!!! Miris ngeliatnya, tapi ortu yang punya bayi nyantai aja kaya di pantai mau bilang apa coba? 

Saya selalu pesan sama suami, kalau dapat rejeki anak, saya ngga butuh dijenguk, ngga butuh diselametin, didoain dari jauh aja ngga papa asalkan rumah dan bayi saya ngga dirokok.in. Entah ya, suami saya punya ketegasan untuk itu atau engga, biasanya sih kalau udah urusan sama 'keluarga'nya suami jadi lemah alias ga mau ribut. Ya udah saya sama baby aja kali ya yang kabur dari rumah ahahaha. Lagian kadang ibu-ibunya juga suka ga kontrol,masa anak lagi umbelan ileran disuruh-suruh cium-cium bayek iyuiihhhh... Eh,udah beda topik ya hoooo. Ya semoga semakin adalah hati para perokok ini buat merokok dengan beradab sesuai dengan sikon. Please? Ya memang ngga semua kaya gitu, tapi banyakan yang nyebelin daripada yang sadar diri, gimana dong? Disuruh ngalah lagi? Disuruh memaklumi lagi? 

Di laman facebook tentang parenting dapet gambar ini, hehe lucu ya, i wish i have a super baby too yang bisa ngekick para perokok. Doain ibu jadi ibu yang galak ya nak pas kamu nanti ada di dalam perut, tapi jangan ketularan galaknya ibu. Ibu bakalan lindungin kamu dari asap-asapan selama ibu mampu, kalau bapak ga mau tegas, ya sudah, kita berdua aja ya nak? #teamantirokok
Suka banget sama iklan ini. Ditunjukin sama bapaknya Deren, sumbernya ngga tau darimana, kalau ada yang tau, kabarin ya, biar saya ijin taruh namanya di sini. Anak itu bukan asbak, tapi apa daya banyak bapak dan ibu terlalu eghois untuk menahan diri tidak merokok di sekitar bayi, anak, ibu hamil. Mereka melakukan itu ke anak sendiri, keponakan sendiri, istrinya sendiri,,,ya jadi gimana bisa berharap mereka menghormati kami yang ngga tahan asap rokok? Entahlah, masih positive thinkinglah untuk mendapatkan environment yang bersih asap roko dan dihargai sebagai tuan rumah yang pengen tamunya ngga ngerokok. Bukan malah dicap sebagai tuan rumah yang tidak menghargai tamu. Kebolak balik ngga sih pemikirannya, hehehe. Entahlah. 

January 23, 2016

Surat untukmu (calon) anakku

Halo nak, lagi apa kamu di sana? Ngga pengenkah segera ketemu ibu?
Ibu kangen nak, ibu pengen peluk dan gendong kamu.
Ini bulan Januari hampir berakhir, tapi ibu sama bapak belum sempet ngapa-ngapain untuk menyambut kamu. Apa karena kami belum siap? Jadi kamu belum mau turun ke perut ibu? 

Ibu janji, ibu akan jaga kesehatan ibu dan bapak, dan ibu akan selesaikan semua kerjaan-kerjaan ibu di awal tahun ini,habis itu ngga nambah project lagi. Kalau ibu janji seperti itu,maukah kamu pertimbangkan untuk hadir di sini, sama ibu dan bapak?

Ibu janji, sejak kamu di dalam perut fokus ibu hanya untukmu, berusaha ngga marah-marah kaya ibu kalau lagi kesel sama bapak hehehe, iya nak,beruntung ibu punya suami kaya bapakmu, sabar bin subur banget ngadepin ibumu ini. Kalau ibu janji seperti itu, kamu mau nak segera datang? Kita sama-sama jadi suporternya bapak biar bapak semangat jajanin kita?

Ibu janji, ibu bakalan rajin masak buat kesehatan ibu dan bapak. Iya nak, bapak perutnya sudah tambah tumpah-tumpah,,, nanti ibu juga akan rajin belajar bikin Mpasi untukmu,,, keluar atau ngga keluarnya nanti asinya ibu, ibu akan berusaha kamu dapat asi ya nak... kalau ibu janji seperti itu, kamu mau segera turun ke sini? Kita sama-sama rasain masakannya ibu? 

Ibu janji, ibu akan berusaha berikan yang terbaik supaya kamu nyaman sama bapak ibu nanti di sini. Ibu ngga tau lagi ibu harus janji apa supaya kamu tertarik dateng ke sini? Dari rahim atau tidak dari rahim ibu nanti kamu datangnya, boleh ngga nak kasih tanda ke ibu bahwa kamu akan hadir dalam sisa umur ibu?

Ibu kangen,ibu pengen ketemu kamu. Bilang sama Gusti Yesus supaya bolehin kamu turun dari surga ya nak? Ibu rindu.
Semoga segera kita ketemu ya nak.

Salam sayang,
Ibu.

Ini mas Deren, sebentar lagi mas Deren punya adek baru.
Kamu mau ngga nak jadi adeknya mas Deren? Kita sama-
sama pulang ke Malang nanti buat ketemu uti ya? Mau?

January 17, 2016

Catatan hati istri perantau : hindari membandingkan diri dengan istri perantau lain😆

"Enak ya bisa pulang lama,padahal ibuk sehat-sehat aja"
"Padahal aku berduka tapi aku ngga pulang"
"Aku ngga jadi pulang,tiket dijual lagi karena tidak boleh sama suamiku"
"Baik ya suamimu bolehkan pulang lama-lama"
"Puas kau ya bisa pulang lama" dll,dsb. 

Pernah ngga dengar kata-kata seperti di atas padahal kita baru seneng-senengnya mudik dan merasa refresh kembali ke kota perantauan? Saya dong baru ngalamin. Yang cangkemnya "tapukable" banget ya pas dibilang -bisa pulang padahal ibuk sehat- ya kaliiii saya kudu pulang nunggu mama ada kenapa-kenapa. 
Sebagai istri perantau saya sangat memahami kebutuhan untuk pulang sekedar bertemu dan melihat keadaan orangtua terutama ibu ya. Namun,kalau ngadepin mulut yang seperti itu entah kenapa males berempati. 

Silahkan salahkan saya bilang saya ngga empati, tapi perlu juga loh kontrol diri dan menyadari tindakan kita supaya jadinya tidak hanya sekedar menyalahkan lingkungan atas tindakan yang kita ambil. Akan berbeda ceritanya kalau yang komen seperti itu ke saya memang secara keuangan, keadaan, kesempatan atau ada hal-hal di luar dirinya yang memang tidak bisa membuat 'pulang'. Sudah membeli tiket tetapi tiket dijual lagi kemudian menyalahkan orang lain,bagi saya kok ngga masuk akal. Trus kemudian membanding-bandingkan suami. Ya kali kalau saya ngga kenal gimana sifat suaminya saya juga bakalan gemes istrinya pengen mudik kok dilarang-larang. 

Menyadari tindakan dan perkataan itu mudah diucapkan tetapi enggan dilakukan bila situasi dirasa menekan. Iya ngga? Tapi bisa loh kita lebih menahan diri dengan tidak nyinyir dan lihat dari sudut pandang orang lain. Dari apanya sih orang itu bisa dinilai? Dari perkataan dan perbuatan loh. Bukan cuma dari niat, niat itu orang ngga bisa liat. Yang tampak itu ya perkataan dan perbuatanmu. So please ladies, sebagai sesama istri perantau, from now "STOP BLAMING AND START COACHING YOUR CORTEX". 
I love her so much !😍
Meskipun sering berantem juga sih 😂
She's my real soulmate,ngga usah banyak cingcong udah
paham anak wedoknya lagi waras apa ngga 😅
Hasil pulang,taking first picture with family yg mudik juga 😉
Di Puri Maharani.nya pakde Har di Batu, satu-satunya malem
dimana Deren mau sama budenya, pagi tahun barunya udah
dilepeh dan dilupakan,yang laku malah Utinya 😆

November 30, 2015

renungan penghujung tahun

Tsah, beratpun judulnya postnya :)) ngga kerasa besok sudah masuk Desember dan sebentar lagi setahun sudah berlalu lagi, tahun yang baru lagi. Jujur saja tahun 2015 ini secara pribadi tidak punya resolusi yang spesifik, cuma lebih ke gimana caranya bisa bertahan di Batam. Iya, saya masih sensi sama tanah airnya suami saya ini >.<
But somehow, berkat Tuhan itu nyata, ngga minta macem2 dikasihNya bermacam-macam, buanyaakkk, sampe ga bisa mengkalkulasi, sampai ngga percaya setelah yang saya perbuat ke Dia, Tuhan masih sayang dan memberi arti lebih dalam diri anakNya yang bandel ini. Mau hitung-hitungan, ngga bisa dihitung, mulai dari berkat keuangan, berkat temen, berkat kesehatan, berkat penggunaan otak, berkat makin stabilnya hubungan suami istri kami, berkat bisa bikin rumah ada isinya, berkat terbayarnya kreditan2 ahahaha (tau kalau berumah tangga ni seru-seru sedap, kayanya udah dari dulu kewong sama mas Bernat), dan berkat bertambahnya berat badan. 

2105 kehilangan kelekatan dengan salah seorang sahabat yang pertama kali bikin saya betah di Batam, Tuhan gantikan dengan kedatangan teman-teman yang lain. Ketidak yakinan bahwa bakalan bosen di Batam, diberikan keriwehan dengan adanya ajakan-ajakan untuk mroyek ngasong jadi SIPPnya laku (puji Tuhan uteknya mbak Okta masih bisa kepake, jadi pas mati nanti ngga malu-maluin hehe). Jadi, mau mikir untuk ngeluh aja udah ngga bisa, udah kepake energinya untuk yang lain. Ketemu sama orang-orang yang baik, bisa diajak berantem, bisa diajak seneng-seneng, daaann suami yang makin bisa nyaingin kenyinyiran istrinya itu adalah berkat yang luar binasaaa ahahaha jadi ada temennya juga bisa nyinyirin RRK >.< coba kalau dulu, palingan dicuekin dan dianggap angin lalu....tapi di sisi lain sebagai istri juga bisa nemenin suaminya ntn berita-berita (yang terkadang kemunafikannya jijay badai, tp ikut dengar-dengaran aja) dan jadi ngerti serunya tenis, sepak bola, bulu tangkis, dan olah raga2an termasuk billiard (kecuali dart, masih ngga ngerti dimana serunya :D). 

Tahun 2016 pingin juga sih sesuatu yang baru, apa ya? Bukan ngga bersyukur loh ya, bukan, cuma pengen cari alternatif lain aja, Kadang bosen juga ngasong, sementara liat yang lain pada bisa kerja lewat hobinya. Dari sekian banyak kesenengan, palingan masih kepikiran untuk memperdalam masak. Tapi ini bukan prioritas sih, katanya kalau orang Kristen bikin rumah makan bakalan ga laku karena dicurigain pake babi, kecuali udah spesifik ya sejenis RM Manado atau Batak. Padahal sebagai orang yang bisa makan babi, dalam setahun bisa diitung berapa kali makan babi-babian gitu, masakpun ngga pernah pakai minyak babik. Bawang putih dan minyak ikan aja udah sedepnya ampun-ampunan. Lebih enak belilah daripada masak sendiri kalau babik tu, masakannya mama paling endeus sama bakwan subur malang.laahh yang masih belum ada duanya :D

Kalau yang kedua, palingan apa ya? Memperdalam les make-up? Dulu pas di oriflame masih sering seseruan ikutan make over, trus les biar bisa dandan soalnya mama suka sebel sama anaknya yang cuek dan bikin eye liner secipirit (ahahaha, sekarang kalau liat orang bikin eye liner kaya begitu suka inget mama, tx mom, sekarang anaknya bisa bikin eye liner :*) Diperdalam gitu maksudnya biar bisa hobi yang jadi duit? 

Sekarang cuma bisa dandanin diri sendiri, kalau agak serius,
udah bisalah masang bulu mata palsu ga pake salah :)))))))
Agak dredeg juga make-up-in anak cilik ini :D tapi ngeliat doi percaya dan pede malah bikin mbak Oktanya ikutan pede, malah nyesel ga bawa perlengkapan yang lengkap sekalian. Resolusi 2016 nambahin kelengkapan alat-alat make up jugak kali yaaaa???
Ini jadinyaaaa, lucu yaaaa *pede, muji diri sendiri :D*
Yahhh, belum tau juga sih maunya apa, karena masih banyak maunya dan masih mood-moodan. Ngasong aja kalau ga disemangatin suami dan ada partner juga udah kabur kemanaaa gitu >.< Masih ada sebulan kan buat mikir dan ambil ancang-ancang. Yang pasti pengen manfaatin umur, pengen bikin sesuatu yang baru, ga cuma ngasong aja, pengen lebih mencintai hidup dan pengen bikin anaknya besok punya ibu yang bisa dibanggain *amin*

October 26, 2015

Cara Mengurus Kartu NPWP yang Hilang

Sudah hampir setahun juga ngga sih kasusnya RRK yang katanya emak kekininian hotgojesmom (emboh ini spelling apose lah >.<) muka kekotaan (dan sebutan lain-lain beserta hashtag yang ngalah-ngalahin abg jaman sekarang) dengan salah satu anak artis senior yang biasa disingkat ZRD alias bebeb (ah, kalau inget ini ngambegnya suami minta ganti nama panggilan gara-gara ada kasus ini jadi lucu juga sih, karena dia jadi males banget dipanggil beb sama istrinya hehehe). Engga, saya ngga mau ngomongin uni satu ini, selain males karena udah banyak juga yang bahas baik di blog pribadi, di forum maupun, twitter, instagram dengan berbagai account parodi dan sejenisnya. Toh, lagipula sebentar lagi November ini akan terhapus juga kasusnya, mungkin loh ya, kalau berlanjut ya emak-emak rumpi bakalan dapet hiburan lanjutan :D. Jadi, berdasarkan salah satu celetukan beliau, saya mau memberikan tips cara mengurus kartu NPWP yang hilang.

Salah satu pembahasan yang juga lagi rame di thread forum tentang NPWP jadi ada yang pengen di share tentang pengalaman ngurus kartu NPWP yang hilang. Sebenernya katanya, katanya loh ya ini, selama masih mengingat nomor lengkapnya, tidak apa-apa tidak menggunakan kartunya. Cuma, saya urus saja untuk jaga-jaga kalau ada klien yang minta fotokopian atau dalam bentuk scan. Berhubung saya sudah di Batam yang nota bene jauh dari tempat ngurus NPWP awal, yaitu di Jawa, sudah kebayang bakalan ribetnya. Eh, tapi tak disangka tak dinyana, gampang dan cepet banget ngurusnya, ini saya kasih urutannya ya, sayang sih threadnya muncul setelah saya ngurus, kan jadinya ga ada dokumentasi pendukung hehehe, ngga papa ya, yang penting jelas aja.
  1. Urus surat kehilangan di sektor tempat merasa NPWP terakhir hilang.
  2. Fotokopi KTP yang masih berlaku 1 aja, ini biasanya di kantor pajaknya ada tempat fotokopi sih, tapi supaya lebih cepet dan langsung dapat antrian mendingan langsung bawa sebelum sampai di kantornya.
  3. Pergi ke kantor pajak di kota kehilangan, nanti di bagian informasi tunjukin surat kehilangan plus fc ktpnya ke mbak-mbak resepsionis yang baik hati (kalau di Batam sih plus manis dan imut mbaknya) akan kasih formulir yang cuma sebentar banget diisinya. Isiannya sih permohonan cetak ulang kartu dan nomor NPWPnya.
  4. Ambil nomor antrian, trus tinggal duduk manis tunggu nomor kita dateng gilirannya.
  5. Berikan surat kehilangan, fc ktp dan formulir permohonan yang telah diisi ke mbak baik hati yang ada di counternya, sudah deh di saat itu juga, di posisi itu juga langsung dicetakin dan dapet kartu barunya dengan nomor sebelumnya. Lama ngantri 30menit, lama ketemuan sama mbaknya plus dapet kartu baru cuma 2 menit. Cepet kan? Kantornya juga adem dan rapi kok, jadi enak-enak aja nunggunya.
Kalau ada yang bilang (ini dari uni yang bilang sih ya) nmrnya udah kadaluarsa atau begimana, jangan dipercaya dulu ya, soalnya NPWP itu ya berlaku seterusnya selama kita mendapatkan pendapatan yang dikenai pajak. Bahkan beberapa MLM seperti Oriflame saja sekarang wajib melampirkan NPWP. Kalau ada yang bilang ngapain bayar pajak toh dikorupsi juga, jangan dipercaya juga ya. Lebih baik kita lakukan kewajiban kita daripada mangkir kan malah repot urusannya. Kita sudah jalankan, kita doakan saja supaya dikelola dengan sebagaimana mestinya ya. Jangan jadi generasi wacana kaya kata bpk Rhenald Kasali, tapi bertindak dan mengambil keputusan yang bijak. Jangan percaya sama orang yang kepedean bisa korupsi, bangga karena bisa menghindar bayar pajak meskipun hartanya 27M (lah kenapa balik ke uni RRK lagi hehehe) atau yang ga bertanggungjawab lainnya, abaikan saja. Yakin deh, suatu saat akan ditagihkan dosanya baik saat hidup ataupun mati. Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja, mungkin pemotongan pajak saya juga ga besar-besar banget, yang penting terbayarkan, ga ada yang bisa disombongin juga ehehe. Tapi dari taat mulai perkara kecil, Tuhan akan percayakan yang besar kan? Semangat ajahhhh.

Markus 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia. (Lihat juga di Matius 22:15-22, Lukas 20:20-26). Ini salah satu ayat yang bikin enteng kalau mau kasih apa-apa yang diperkirakan akan di"apa-apa"in sama oknum-oknum :) Jadi, mari belajar taat pajak.