May 21, 2011

chocolate cornflakes chips : 4 apologizer ;p

pasttiiii pada udah pernah ngerasain chocolate chips kan? tapi ni dari cornflakes...simple banget bikinnya...masih inget cerita ini? yah, akhirnya pas paskah emang terjadilah kegiatan maaf memaafkan itu hehehe...awalnya malah lewat tulisan loh...saya mengirim surat dan karin juga membalas dengan surat..ehhehee, berhubungan karin lebih jago tulis menulis, saya lebih terhanyut ;D for now tx God our friendship is back...remember, conflict is one way to communicate, appreciate it....sungguuhhh ^_^

nah, berhubung ngga mau cuma dengan surat aja, puter2 otak (puyeng jadinya saat itu ;) pengen kasih an easter gift tapi lagi tongpes ehehe saya suka banget kasih gift tapi saat menghadapi keterbatasan dana jadinya kudu kreatif kaaannn?? akhirnya pengen kasih karin n manda masakan yang terpilih kemudian adalah cornflake coklat, gara2 pernah dikasih sama icha awaliah....
ichaaaa...luph uuu :*
menuruti perintah beliaunya, akhirnya beli deh itu bahan2, yaitu :
  • 1 kotak cornflakes (harusnya 150 gr tapi saya belinya yg 200 gr krn harganya terpaut sedikit ;p dasar emak2)
  • 1 blok coklat (bisa apa aja, tapi karena sok ga pengen yang makan ndut alias sehat, saya pilihnya yang dark ;)
  • kertas untuk tempatnya (harusnya kecil2 tapi karena liat kertas cupcakes ada yg lucu n gambarnya cangkir kopi n karin suka kopi, makanya saya pilih yang ukuran cupcakes)
  • sprinkle untuk hiasan (ini udah diplastikin ukuran kecil, ngga ada ukurannya, yg paling kecil deh pokonya)
nah setelah belanja-belanji di Mirota kampus, akhirnya melucurlah saya ke kosannya icha dengan disambut perlengkapan yang lengkap untuk memulai pertarungan ;p ada panci kecil untuk ngerebus air dan panci yang bisa dimasukin untuk melelehkan coklatnya di atas air panas tsb....langkah2nya :
  • coklat dilelehin di atas panci yang ditaruh di atas air panas
  • cornflakes dimasukin di dalemnya panci yang berisi coklat meleleh
  • aduk2 sampai cornflakes ketutup sama coklat (triknya kata ibu icha adalah pakai 2 sendok kaya bikin bakso gitu, trus sebelumnya blok coklat ngga boleh kena panasnya tangan, kalau kena, ntar ngga cepet keringnya)
  • ambil cornflakes yang sudah berbalur coklat bentuk seperti bulatan
  • taruh di piring kertas yang kecil (itu kertas yang biasanya buat tempat coklat praline yang kecil2 bergerigi)
  • taburi sprinkle
  • diamkan sampai coklatnya mengkilat dan cornflakes ngga lepas, itu artinya coklat udah mengering ;p voillaaa jadiii dehhh
sebenernya udah jadi dan tinggal di taruh di toples, tapi inget kan tadi saya belinya adalah mangkuk kertas cupcakes yang gedhe? maka, finishingnya adalah :
1 cup = skitar 10 buletan
  • isi kertas cupcakes dengan bulatan2 chocolate cornflakes (ngga bulet2 banget sih sebenernya ehehheee, bentuk cornflakesnya lonjong2), jadinya kaya gini niiihhh ----------->
Karena yang dipakai adalah 200gr jadinya banyak banget deh (sampai ngotorin lantai kamarnya icha,,,makasiii yaaa mau direpotin...luph it much) mungkin kapan2 dan pada saat dirimu udah jadi cheff   atau patteserie handal, saya akan merepotkan dirimu sering2 ;D 

muat di 10 kertas cupcakes

ternyata oh ternyata jadinya adalah bisa muat ke 10 kertas cupcakes ituuu, jadinya banyak kan yaa..pas diitung2 akhirnya anak2 kos lain yang juga ngerayain paskah dapet jatah deh ;p mereka 1-1 karin n manda dapet 4 (kan sasaran utamanya mereka ;) ngga pake toples dan cuma dibungkusin di plastik bening gituuuu...udah deh, harusnya pake pita, tapi pitanya kegedean hooooo, akhirnya di selotip aja deh biar ngga melempeeeeemmm >,< 
udah deh akhirnya yang lain dikasih langsung trus buat karin n manda dicantol di pintu bersama dengan surat cintanya ;p baikaaaannn deehhh kitanyaa d^^b semoga semakin mendewasakan dalam pertemanan selanjutnya yaaaaa XOXO (dan juga berlaku sebagai remindernya saya dalam menjalin pertemanan dengan siapa saja terutama untuk pihak2 yang punya peranan penting dalam hidup saya :)



Elite woman abused

Pertama kali denger  "elite" women abused a/ dari oom Fits Radjah tgl 2 April 2011 dan pertama kali jg nyadar bahwa tnyata ada pernyataan seperti itu…selama ini mikirnya women abused ya women abused…nah ternyata setelah googling2 bisa disimpulkan dengan singkat kata2 “elite”  ini a/  merujuk ke keadaan dimana pelaku atau korban memiliki latar belakang ekonomi maupun pendidikan yang tinggi/baik… kekuatan keadaan ekonomi maupun pendidikan yg tinggi merupakan ‘amunisi’ yang handal bagi seorang wanita, di luar kultur yang terkadang memang menghambat seorang perempuan untuk dapat membela haknya dan harga dirinya…yup saya setuju dengan statement tersebut, kenapa? Karena wanita yang berpendidikan baik akan mampu mengikuti perkembangan jaman dan daya berpikir kritis yang terasah membuatnya mampu bersaing bahkan sampai jenjang kepemimpinan…dan untuk keadaan ekonominya sendiri seorang wanita yang ‘mampu’ akan dapat memenuhi kebutuhannya baik psikis maupun fisik sehingga akan dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkannya dalam kehidupan keseharian…itu menurut saya….tetapi sayangnya beberapa perempuan yg diberkahi pendidikan maupun keadaan ekonomi yang baik (minimal cukup) mampu menggunakan keberkahannya tersebut ke arah yg positif…tidak sedikit yg menganggap bahwa dengan materi yg mereka miliki mereka bisa berlaku sesuka hati untuk menandakan eksistensinya sebagai seorang yg dianggap layak...

Ada yg dengan sadar berganti2 pasangan disertai pemikiran bahwa dg ini dirinya bisa memiliki power di atas para pria (dilogika aja deh, yg rugi siapa hayooo?? Kayanya cowok ya malah seneng2 aja toh ;)  Ada pula yang dengan rela hati diperlakukan dengan tidak selayaknya oleh pasangannya, mending sudah menjadi suami, tapi banyak pula loh yang masih jadi pacar, dengan rela hati disia2kan, misalnya diduakan, ditigakan dan menjadi prioritas kesekian oleh sang pria tapi dengan kesadaran hati ya terima saja segala sikap semena2 itu dengan alasan cinta dan sayang, rela berkorban, hmmm, hati ngga diimbangin dengan logika sepertinya akan menjadi sesuatu yang melelahkan ya? Karena ada beberapa kejadian si wanita sampai ngejar2 ke kosan sang pria, menghubungi (lebih ke arah mengemis bahkan ya) ke berbagai pihak keluarga sang pria, memelas agar sang pria memperhatikannya, meneror setiap wanita yang sedang dekat dengan pria tersebut (dan malah akhirnya menjadi woman abuser bagi sesama kaumnya ;p)

Demikian juga dengan keluarga yang secara finansial berada di atas taraf rata-rata, lebih bahkan…tidak sedikit yang menyelesaikan permasalahan putra-putrinya terutama yang berhubungan dengan kehamilan di luar nikah dengan cara praktis, yaitu apalagi kalau bukan aborsi…bayangkan betapa banyaknya seorang ibu yang sangat menginginkan kehadiran bayi sementara di sisi lain mereka yang diberkahi kehadiran seorang bayi malah mengenyahkannya ;(  keberadaan benda yang disebut uang tidak disangkal akan memudahkan keluarga ini memilih jenis aborsi yang ‘sehat’ misalnya dengan pemilihan dokter yang dipercaya at least ngga Cuma sekedar pengguguran melalui cara yang lebih tidak sehat….tapiiii, apakah itu sesehat tampaknya? Sekali lagi kegiatan abusive terjadi, yang jadi korban selain bayinya siapa? Ya si calon ibu kan ya? Apalagi kalau hal itu dilakukan tanpa persetujuannya…efeknya apa ya pasti ke arah mental dan fisik…banyak ko situs yang membahas kerugian aborsi untuk pihak ibu terutama….

Ada pengalaman salah seorang teman yang dia tidak pernah menginginkan adanya aborsi tapi karena keluarga ‘yang terhormat’ tidak menginginkan si kecil, terjadilah aborsi ‘yang sehat’ dengan kemampuan finansial yang memadai…sedih, pasti, nyesel, apalagi….well, akhirnya jasad si kecil di makamkan di bawah jendela kamarnya…can u imagine that? Itu ngga akan mengurangi rasa bersalah….dan itu dilakukan bukan oleh mereka yang ngga ngerti dan ngga mampu secara finansial, tapi sebaliknya…

Oke, kesalahan sekali mungkin masih bisa dipahami dan kemudian move on ke tahapan yang baru,,,yang bakalan disesali adalah pada saat ternyata kembali lagi pada pria yang sama, disakiti dengan kejadian yang sama…hffttt paling gemes sekali lagi : atas nama cinta…cinta yang seperti apa? Kita manusia dibedakan dengan mahluk lainnya karena kehendak bebas dan kemampuan berpikir yang tak terbatas loh…saya sebagai perempuan menyadari bahwa perempuan butuh dikasihi dan dicintai, minimal diakui keberadaannya oleh pria dan keluarga terkasih, tapi saya juga punya hak dan kehendak, teman2 sebagai support group, pemikiran pribadi dan kebebasan informasi yang bisa membebaskan diri untuk terhindar dari hal-hal yang bisa menyakiti diri saya… dan saya mengamini bahwa teman2 perempuan yang lain juga berhak mendapatkan kebahagiaan yang sama tanpa memandang apakah elite ataukah tidak elite…jadi, para pria mari bekerjasama dengan kami sebagai rekan kalian karena kami diciptakan adalah untuk menjadi pendamping yang sepadan dengan keberadaan kalian di dunia dan para perempuan, marilah saling mendukung setiap perempuan yang ada di sekitar kita dalam meminimalisir kejadian abuse mengebused….hehehe, malah jadi kaya ngiklan…yes, kita semua berhak untuk mencinta dan dicinta right??

Leica, cute bunny (dikadoin buat ultah temen), udah meninggal februari kemaren :(

April 29, 2011

Psikotes = manut instruksi dan jujur

Kenapa toh kalau psikotes kudu manut alias nurut sama instruksi?  Karena meskipun jenis tesnya sama tapi bisa saja antar perusahaan menggunakan aturan yang berbeda yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan mereka...jadi jangan ngotot yaaa...kalau bingung atau tester memberikan instruksi yang ambigu, boleh bertanya asalkan setelah dijawab tidak ngotot dan gunakan pertanyaan yang terbuka alias tidak menjurus ke arah sok tau, misalnya 
"tapi mba/Bu/mas/Pak waktu saya tes di tempat X ko ngga gitu ya disuruhnya?"  atau "loh mba/Bu/mas/Pak kan itu seharusnya begini...." karena itu pertanyaan yang menyebalkan dan anda akan menerima cap sok tau ^-^
yang bisa dilakukan misalnya mengulang apa yang sudah diinstruksikan atau menanyakan untuk mengulang instruksi...tapi jangan keseringan ya, tester yang baik biasanya akan paham maksud pertanyaan kita apa, atau dengan melihat raut muka saja udah tau deh kalau kitanya lagi ngga mudeng alias bingung...yah untuk menghindari ketidaktahuan tester sebaiknya ditanyakan saja....Nah, daripada hasil jawaban kita ngga diperiksa ya sebaiknya ikuti instruksi yang diberikan....
Ada beberapa hal yang saya amati yang cenderung bisa menjurus ke arah curang, misalnya inget ngga ada tes yang berhitung dengan ada perintah pindah lajur ada loh yang sebelum diminta pindah udah pindah dan dengan sengaja membentuk lajurnya sendiri dengan anggapan akan mendapatkan nilai bagus, padahal yang diskor itu bukan nilainya loh, psikotes itu ngga pernah menggunakan alat tunggal, ada beberapa hal yang dijadikan penilaian yang akan membentuk dinamika dari keadaan intelektual sampai kecenderungan kepribadian kita
Hal lain, misalnya adalah (masih tentang yang berhitung) diminta menggaris apabila ada perintah 'garis' ternyata malah membentuk garis sendiri di luar perintah...kan malah tidak memberikan kemampuan kita yang sebenarnya toh? 

Atau mengenai tes yang itu tuh disuruh menggambar, karena kita takut akhirnya ada kan beberapa yang beli bukunya bisa yang stensilan atau yang udah beredar luas dan bahkan ada yang ikutan kursus psikotes (eheheh, ada loh tapinya yang begituan) dengan beranggapan kalau mengikuti petunjuk akan lulus...apakah seperti itu? mungkin saja,,,tapi ingat, psikolog itu tau loh apa yang dihadapinya ;p daaannn masih ada rangkaian tes lainnya yang akan saling mendukung termasuk diskusi kelompok dan wawancara....jadi, berikan saja yang sesuai dengan kita ingin gambarkan disitu tentunya dengan memberikan yang terbaik...

Ketidak jujuran lainnya yang tampak adalah melihat jawaban pihak lain, membawa contekan, ngga boleh pakai kalkulator tapi pakainya handphone, sogok sana-sini dan pakai joki...apa toh yang diharapkan dari hal semacam itu, ini baru mau masuk kerja, belum lagi kerja, dari awal aja udah ngga jujur, gimana nanti ke depannya? saya sih masih yakin, diri kita yang sekarang akan menjadi cerminan pemimpin seperti apa kita di masa depan..hal-hal tersebut merupakan celah untuk mengarah ke korupsi, kolusi dan nepotisme...huwaahh, ternyata sudah hampir melebar, yah begitulah, kalau mau psikotes yang jujur yaaa, be ourself n do the best...semangat!!!

Psikotes = Be Yourself n Do Your Best

           Beberapa hari ini sambil menunggu kepastian pengambilan data tesis yang tak jelas juntrungannya saya lebih sering menerima pengasongan alias gawean yang selain analisa adalah menjadi tester dan skorer...sampai sekarang saya masih menyukai peran sebagai seorang tester, karena perannya cukup besar loh, kalau nge.tes asal2an ya hasilnya yang di tes belum tentu optimal kan? meskipun banyak yang meremehkan halah ko jadi tester ko jadi skorer...yah menghadapi orang baru dan situasi atau alat tes baru, pembelajarannya ngga pernah berakhir, hanya saja selalu ada hal yang sama yang saya temui dalam dunia per-tes-an ini, yaitu adaaaa aja individu yang panik, nanya sana-sini kalau mau tes ngapain dan bahkan melakukan kecurangan2...
             Padahal ngga usah neko2 loh untuk mempersiapkan diri mengikuti psikotes, ini ada beberapa hal yang bisa jadi masukan bagi kalian yang sedang berencana mengikuti psikotes (oia, ini ngga omong doang loh ya, saya juga pernah ko ikut psikotes waktu masuk kerja dulu dan ini yang saya lakukan ;) :

1. Berdoa dan sarapan
   Berdoa biar dapet energi dan keyakinan yang menentramkan bahwa kita bisa dan   kedamaian tersebut pastinya bikin diri kita percaya diri serta mantap dengan pilihan perusahaan yang bakalan kita masukin, ya iya kan ini buat pilihan masa depan, ngga mau sembarangan dong ya...nah bathin tentu saja perlu diseimbangkan dengan lahir bukan? maka dari itu jangan lupa sarapan atau makan sebelum psikotes berlangsung...jangan kebanyakan dan kemepetan yaaa ntar malah ngantuk kekenyangan sama aja ga bisa konsentrasi ehehehe....karena kita perlu berjaga2 apakah psikotes yang kita ikuti ini berlangsung sebentar (sekitaran 2 jam) atau bakalan seharian (sekitar 5-7 jam) nah kalau cuma sebentar ya ngga ada salahnya kan isi perut dulu, kalaupun siangnya laper lagi kan bakalan ada tuh jam istirahatnya, daripada dari pagi belum keisi kan ya? malah ngga bisa konsen, apalagi kalau tesnya pakai mikir ^_^ malah puyeng

2. Persiapkan alat tulis selengkapnya
    Standar sih biasanya yang digunakan adalah pulpen, pensil HB, pensil 2B dan rautan buat jaga-jaga....atau boleh juga bawa alas tulis siapa tau dapet mejanya yang ngga rata dan ngga nyaman buat ngerjain
3. Pakai pakaian yang nyaman dan bisa menambah rasa percaya diri
    Kenapa? ya karena ngga selalu kita dapet ruangan tesnya ber-AC kalau dapetnya ruangan yang bikin gerah malah keringetan dan kepanasan kan bikin ngga bisa konsentrasi ya kan?  atau karena keringetan jadi bau bdannya ganggu tetangganya jadi ngga bisa konsen deh ^^ pakai deodoran n parfum asal ngga berlebihan juga bisa loh...kenapa juga butuh untuk rasa percaya diri? believe me, kalau kita udah yakin sama diri sendiri, kepercayaan diri ini membantu dalam kita memberikan jawaban daaaann kita ngga pernah tau kan kalau ternyata setelah selesai tes eh ada tahapan wawancara atau diskusi kelompok...kalaupun ngga ada ya ngga ada salahnya memberi penampilan yang terbaik, siapa tau dapet gebetan baru hehehe, kenalan ding ;p

4. Tidur  yang cukup
    Jangan sampai deh pakai begadang segala...trus kalau ngga keterima malah alesan, iya malemnya lemburlah, nonton inilah itulah, tanding futsall.lah, pacaranlah, dan lah-lah yang lainnya... yang ngontrol jam tidur siapa? kita sendiri kaan? tidur yang cukup biar ngga ngantuk, bisa konsentrasi dan penampilannya bisa segaarr....kalau ternyata ada diminta untuk menyiapkan bahan yang akan dipresentasikan, jangan dibuat last minute yaa alias mepet alias sistem kebut semalam, selain jadinya ngga optimal, kitanya malah jadi capek sendiri...diatur waktunya yang nyaman buat memberikan waktu badan kita istirahat..

5. Jangan menjejali otak dengan hal yang tidak perlu
    Alias belajar berlebihan, boleh refreshing untuk masalah verbal atau hitungan atau spasial, tapi tidak dengan memotong waktu istirahat ya,,,karena hal tersebut sudah sering kita temui dalam keseharian, trust me, yang diperlukan adalah konsentrasi...kecuali ternyata kalian di tes untuk hal yang berhubungan dengan keahlian khusus yang merupakan bidang yang harus dikuasai dan biasanya diminta dilakukan melalui presentasi, persiapkan diri dan materi supaya memberikan presentasi dengan tidak asal2an dan bikin sendiri yaaa, kalau dibikinin ntar ngga bisa jawab kan malu sendiri kan ya? ;p

    Biasanya ada beberapa tes yang jenisnya sama tetapi diberikan dengan aturan yang berbeda, ya diikuti saja...kalau kurang jelas, boleh bertanya, jangan takut tanya yaaa, bertanya itu bukan berarti bodoh ko, bisa aja emang testernya yang ngga jelas neranginnya atau sound.nya kurang mendukung...oia, salah satunya juga, taatilah perintah men-silent HP, sangat-sangat mengganggu kalau ada HP bunyi di tengah tes berjalan,, menunjukkan keegoisan juga kan ya? ganggu orang apalagi kalau tesnya berhubungan dengan waktu hhhffttt...

7. Datang paling tidak 0,5 jam sebelumnya
    Paling tidak untuk berjaga-jaga siapa tahu diminta mengisi form dan pastikan sebelumnya kalian sudah tau tes akan diadakan di gedung apa dan di ruang mana, ngga lucu tiba2 masuk sambil ngos-ngosan....daaannn lebih baik kita sebagai peserta tes yang menunggu daripada membuat peserta lain menunggu terlalu lama karena ada beberapa company yang akan menunggu sampai jumlah peserta mencukupi u/ tes berjalan, ngga mau kaaannn di pelototin ornag lain gara-gara kitanya terlambat, lagipula untuk jaga image, baru mau masuk aja udah terlambat, gimana ntar udah jadi pegawai kan ya?

8. Bawa bacaan atau hal yang bisa menyibukkan selama menunggu
    Pernah liat antrian yang sering ada di sekitar kita ngga? berapa banyak orang yang menghabiskan waktu menunggunya hanya dengan melamun? gunakan waktu secara efektif, misalnya membawa bacaan yang kita sukai atau berhubungan dengan perusahaan yang akan kita masuki...kalau anak jaman sekarang sih kayanya lebih ke arah BBMan, browse sana-sini, chat kesana kemari kali ya? hehehe, apapun itu, carilah kegiatan positif yang membuat kalian tidak lama menunggu asalkan ngga bikin capek yaaaa ;D

9. Bawa kartu identitas
    Kalau ada kartu yang mesti di bawa ya dibawa aja tapi kalau tidak ada minimal membawa KTP atau SIM, memang tidak semua perusahaan membutuhkannya, tetapi ada juga loh yang meminta, jaga-jaga supaya ngga dimasukin joki gitu...

10. Bawa surat lamaran dan cv
      Diminta atau tidak diminta bawa aja 1 buah, biar bisa dipakai lagi kalau  ternyata tidak diminta, sebaiknya nama perusahaan bisa dikosongi jadi diisi pada saat diminta saja....

apa lagi ya? untuk sementara siih ini dulu dari saya, kalau kalian ada masukan yang lain, monggo loh biar lebih kaya referensinya ;p
   
    

bisnis 5 milyar ^^

taraaaa...masih ingat tulisan saya tentang bisnis2an yang lagi booming sekarang ini? nah, setelah mengupload itu sudah ada bbrp msg yg saya terima lagi dari bbrp orang u/ join bisnis yang sama, sampai akhirnya ada yang memberikan balasan yg cukup menarik dimana di blog ini ada pembahasan yang cukup mendetail menurut saya dan cukup menjawab beberapa pertanyaan yang ada dalam benak saya beberapa hari ini...


bahkan ada comment  yg menyatakan bahwa ybs sudah mengajak beberapa orang untuk join tapi untungnya tidak didapatkan alias si komisi ini larinya bukan ke dirinya, mungkin ke tempat yang lain kali ya? yang jelas ya ke tempat si pembuat program ini ;D


ada 1 hal lagi yang menarik perhatian, dari setiap pihak yang menolak join dan memberikan pendapatnya mengenai bisnis ini mayoritas adalah pemilik online shop heehehee,,,,ya iyalah, kerja n nawarin barang untuk mendapat keuntungan halal ko malah disuruh ikutan program yang instan dan mau cepet jadi ;p ada untungnya juga saya ngga meng-untag msg2 yang mengirim2 hal tersebut karena saya bisa mengikuti perbincangan yang ada dan jadi dapet update dehh ;p ga ada ruginya di tag2